Selain sebagai akademisi, Prof Hasim juga memiliki rekam jejak yang panjang dalam berbagai jabatan penting di lingkungan USU. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Hukum Keperdataan FH USU (2010–2015), Kepala Puslit HAM USU (2011–2015), dan Koordinator Bidang Perdata Panitia Ujian Skripsi FH USU (2010–2016).
Di luar kampus, pengabdiannya juga terlihat nyata. Ia pernah terlibat sebagai Ketua Paneli Debat Publik Calon Wali Kota Binjai 2024 dan Ketua Panitia Renovasi Musholla FH USU (2025–2026). Partisipasinya dalam pansel evaluasi kinerja pejabat di Pemko Binjai (2025) juga menunjukkan keterlibatannya dalam ranah pemerintahan.
Dalam visi dan misinya, Prof Hasim mengusung konsep “University for Society”. Visi ini menekankan bahwa USU, sebagai universitas terbesar di Sumatera Utara, harus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian—harus memberikan dampak langsung, baik di Sumatera Utara maupun di seluruh Indonesia.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat melalui 124 program studi yang dimiliki USU. “Dengan potensi sebesar itu, USU bisa menjadi motor penggerak peningkatan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof Hasim telah menyiapkan delapan misi strategis. Beberapa misi tersebut mencakup penguatan riset berbasis potensi lokal, dorongan keterbukaan ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan kewirausahaan, tata kelola digital yang adaptif, dan peningkatan kesejahteraan dosen, pegawai, serta mahasiswa melalui beasiswa.
Pencalonan Prof Hasim Purba menambah daftar calon pemimpin yang akan bertarung untuk memajukan USU. Dengan rekam jejak akademik dan pengabdian yang solid, ia siap bersaing dalam audisi dan penyaringan untuk merebut kursi rektor. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






