Medan-Mediadelegasi : Universitas Sumatera Utara (USU) tengah bersiap menghadapi pemilihan rektor periode 2026–2031. Salah satu kandidat kuat yang muncul adalah Prof. Poppy Anjelisa, seorang akademisi dengan rekam jejak yang mengesankan di bidang farmasi dan penelitian. Dengan visi “Entrepreneur University yang berdampak global namun berakar lokal,” Prof. Poppy menawarkan pendekatan inovatif untuk membawa USU ke panggung internasional.
Lahir di Medan pada 10 Juni 1975, kecintaan Prof. Poppy terhadap sains alam dan obat-obatan membawanya untuk menekuni bidang farmasi. Ia menyelesaikan pendidikan hingga tingkat Doktor (S3) Ilmu Farmasi di USU, membuktikan komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di almamaternya.
Sejak menjadi dosen, Prof. Poppy konsisten berkarya di Fakultas Farmasi USU, fokus pada farmakologi dan penelitian mendalam tentang senyawa alam serta aktivitas farmakologisnya. Dedikasinya dalam riset telah menghasilkan banyak publikasi di bidang antikanker, antioksidan, dan aktivitas biologis berbagai senyawa alam, khususnya tanaman lokal Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain aktif dalam kegiatan pengajaran, Prof. Poppy juga tercatat aktif di platform penelitian seperti ResearchGate, dengan skor SINTA yang menunjukkan produktivitas ilmiah yang tinggi. Reputasinya yang solid membawanya dilantik sebagai Wakil Rektor III USU pada tahun 2021, dengan tanggung jawab di bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama.
Sebagai Wakil Rektor III, Prof. Poppy memainkan peran strategis dalam memperkuat jaringan riset USU, mendorong kolaborasi internasional, dan memastikan bahwa penelitian serta pengabdian memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia aktif membuka kerjasama akademik internasional melalui kunjungan dan pertukaran akademisi, serta mendukung transformasi riset menjadi produk dan paten.
Prof. Poppy juga mendorong mahasiswa dan dosen untuk lebih aktif dalam publikasi ilmiah, penggunaan dana riset, dan memperluas jangkauan kolaborasi. Upayanya ini sejalan dengan visinya untuk menjadikan USU sebagai universitas yang tidak hanya unggul dalam publikasi, tetapi juga berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Sebagai calon kandidat Rektor USU periode 2026–2031, Prof. Poppy meraih 18 suara, menunjukkan dukungan yang kuat dari komunitas akademik. Visi “Entrepreneur University yang berdampak global namun berakar lokal” yang ia usung mencerminkan komitmennya untuk membawa USU ke tingkat yang lebih tinggi.
Untuk mencapai visi tersebut, Prof. Poppy menyusun program-program kerja yang meliputi penguatan internasionalisasi dan kolaborasi global melalui program double degree, pertukaran dosen-mahasiswa, kolaborasi riset internasional, serta peningkatan peringkat USU di tingkat global.
Selain itu, ia juga mendorong riset yang berdampak dan komersialisasi dengan menjadikan penelitian sebagai sumber inovasi yang dapat dihidrolisasi menjadi produk nyata, serta membangun ekosistem start-up kampus berbasis riset lokal.
Prof. Poppy juga berencana meningkatkan kapasitas SDM riset dan guru besar dengan memacu dosen untuk meraih gelar doktor dan menjadi guru besar, serta membuka program pelatihan, pendanaan, dan mentoring internal untuk meningkatkan kualitas akademik.
Tidak hanya itu, Prof. Poppy juga menekankan pentingnya menciptakan sustainabilitas dan keunggulan lokal dengan memanfaatkan potensi tumbuhan lokal, kearifan budaya Sumatera Utara, dan sumber daya alam untuk riset yang unik. Ia ingin menjadikan USU sebagai pusat inovasi lokal yang diakui di tingkat global, bukan hanya “ikut arus umum”.
Dalam pidatonya saat audisi calon rektor, Prof. Poppy menegaskan bahwa “sains harus menyentuh masyarakat,” dan bahwa universitas unggul adalah universitas yang tidak hanya terkenal karena publikasi, tetapi juga karena kontribusinya nyata bagi rakyat. Di bawah kepemimpinannya kelak, Prof. Poppy berjanji bahwa penelitian tidak lagi hanya akan berhenti di jurnal, tetapi akan menjadi jembatan ke dunia nyata yang berdampak bagi kemajuan bangsa. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












