JK: Demonstrasi Cerminkan Kondisi Indonesia, Rakyat Butuh Perubahan dan Kesejahteraan

- Penulis

Jumat, 12 September 2025 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla . (Foto : Ist.)

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla . (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai gelombang demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu menjadi cermin dari kondisi riil Indonesia. Menurutnya, aksi unjuk rasa tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat membutuhkan perubahan, peningkatan kesejahteraan, dan keadilan.

Pernyataan ini disampaikan JK saat menanggapi situasi nasional pascagelombang demo yang berlangsung dari 25 hingga 30 Agustus 2025. “Ya seperti pandangan di demo itu, bahwa perlu ada perubahan-perubahan, perlu meningkatkan kesejahteraan rakyat, perlu keadilan, perlu kesejahteraan, intinya kan di situ,” kata JK di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

JK menambahkan bahwa unjuk rasa yang masif tersebut telah mendorong seluruh pihak untuk bekerja lebih baik, khususnya dalam menjawab aspirasi publik. Ia menekankan pentingnya respons yang adil dari pemerintah terhadap tuntutan masyarakat. “Kemarin kita rasakan sama-sama, Anda juga merasakan itu,” ujarnya. “Pemerintah juga melaksanakan dengan adil, itu saja sebenarnya putar-putar,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelombang demonstrasi tersebut tidak hanya sekadar aksi protes, melainkan juga melahirkan rumusan tuntutan yang jelas, yaitu “17+8 Tuntutan Rakyat.” Tuntutan ini merangkum 17 poin tuntutan jangka panjang dan 8 poin tuntutan jangka pendek yang diharapkan dapat direspons oleh pemerintah dan lembaga negara.

BACA JUGA:  Guntur Romli Sebut Efek JK Bongkar Pola Pengkhianatan Jokowi Terhadap Tokoh yang Berjasa

Tuntutan-tuntutan ini, sebagiannya, telah ditindaklanjuti oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sebagai respons atas tekanan publik, DPR mengambil langkah signifikan dengan menghapus tunjangan rumah sebesar Rp50 juta dan memangkas sejumlah tunjangan lainnya. Langkah ini dianggap sebagai respons awal terhadap tuntutan masyarakat akan transparansi dan efisiensi anggaran negara.

Jusuf Kalla melihat respons ini sebagai hal yang positif dan merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Menurutnya, unjuk rasa merupakan mekanisme masyarakat untuk menyuarakan aspirasi, dan menjadi tugas pemerintah serta lembaga legislatif untuk menanggapinya secara serius. JK menekankan bahwa dialog antara rakyat dan pengambil kebijakan adalah kunci untuk menjaga stabilitas dan kemajuan bangsa.

Analisis JK terhadap kondisi ini menunjukkan bahwa ia melihat unjuk rasa bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peringatan yang harus ditanggapi dengan bijak oleh seluruh elemen bangsa. Ia menggarisbawahi pentingnya keadilan dan kesejahteraan sebagai fondasi utama untuk mencegah gejolak sosial di masa depan.

BACA JUGA:  Gelombang Demonstrasi di Iran Korban 217 Orang

Terlibatnya mantan Wakil Presiden dalam memberikan pandangan ini menunjukkan bahwa isu kesejahteraan rakyat dan tuntutan perubahan masih menjadi perhatian serius bagi tokoh-tokoh senior di panggung politik nasional. Pernyataannya memberikan bobot dan perspektif tambahan terhadap pentingnya gelombang demonstrasi yang telah terjadi.

Respons cepat DPR dalam memangkas tunjangan, meskipun mungkin belum sepenuhnya memenuhi tuntutan rakyat, menunjukkan bahwa tekanan dari publik memiliki dampak nyata terhadap kebijakan negara. Hal ini menjadi bukti bahwa kekuatan rakyat dalam menyampaikan aspirasi tidak bisa dianggap remeh.

Dengan adanya tanggapan dari tokoh sekaliber Jusuf Kalla dan respons dari DPR, diharapkan proses dialog antara pemerintah, parlemen, dan masyarakat terus berlanjut. Tuntutan rakyat menjadi agenda utama yang harus dipecahkan bersama, demi terciptanya Indonesia yang lebih adil dan sejahtera di masa depan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda
Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng
Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir
Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026
Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H
Prabowo Jamin Stabilitas Pasar Modal Pasca-Mundurnya Petinggi OJK dan BEI
Pemkab Tapanuli Utara Paparkan Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat
Tapanuli Utara Raih Penghargaan UHC Awards Kategori Madya

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 09:54 WIB

kehilangan KTP elektronik dikenakan sanksi denda

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:34 WIB

Warga Dairi Tolak “Putar Ulang” Izin Tambang Seng

Senin, 23 Februari 2026 - 11:18 WIB

Dua Bus Transjakarta Adu Banteng di Cipulir

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:29 WIB

Puasa 1 Ramadan Jatuh Pada 19 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:07 WIB

Pemerintah Gelar Sidang Isbat: Menanti Keputusan Resmi Awal Ramadan 1447 H

Berita Terbaru