PT PAL Indonesia Resmi Bangun Kapal Selam Scorpene Generasi Terbaru, Pekerjaan Ditargetkan 8 Tahun

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Galangan kapal yang dikelola oleh PT PAL Indonesia. Foto: Ist.

Galangan kapal yang dikelola oleh PT PAL Indonesia. Foto: Ist.

Surabaya-Mediadelegasi: PT PAL Indonesia secara resmi memulai proyek bersejarah pembangunan kapal selam jenis Scorpene untuk TNI Angkatan Laut. Momen bersejarah ini ditandai dengan seremoni pemotongan baja pertama atau first steel cutting yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur. Seluruh proses pembangunan kapal selam mutakhir ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu 96 bulan atau setara dengan delapan tahun.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, menyampaikan bahwa rangkaian persiapan berjalan lancar dan pembangunan kapal selam ini telah memasuki tahap pelaksanaan nyata. “Alhamdulillah berjalan lancar dan pembangunan kapal selam ini akan berlangsung selama 96 bulan, kurang lebih delapan tahun,” ujarnya di Surabaya, Jumat (7/8/2026).

Pemotongan baja pertama ini dilakukan sekitar 12 bulan setelah kontrak pembangunan resmi dinyatakan efektif. Hingga momen seremoni tersebut berlangsung, progres garapan kapal selam Scorpene ini telah mencapai angka sekitar 20,5 persen. Capaian awal ini menjadi modal baik agar seluruh tahapan selanjutnya dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Kasal Muhammad Ali pun menaruh harapan besar agar seluruh rangkaian pembangunan dapat berjalan mulus tanpa kendala berarti. “Kami berharap ini bisa terbangun dengan tepat waktu. Jadi, waktu penyerahannya dapat dilakukan tepat waktu sesuai kesepakatan,” tegasnya menegaskan komitmen menjaga ketepatan waktu penyelesaian proyek.

BACA JUGA:  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Waspada!

Pembangunan kapal selam ini bukan sekadar menyatukan komponen persenjataan semata. Ali menegaskan bahwa pembangunan kapal selam Scorpene ini melibatkan langsung putra-putri terbaik Indonesia yang didampingi tenaga ahli dari Naval Group Prancis. Kapal selam yang digarap di dalam negeri ini merupakan generasi Scorpene paling mutakhir yang pernah dibuat.

“Scorpene yang kita bangun ini lebih maju dibandingkan dengan kapal selam Scorpene yang telah dibangun di negara-negara lain sebelumnya. Ini adalah versi terbaru, keluaran terakhir dari jenisnya,” jelas Kasal memperkenalkan tingkatan teknologi yang dibawa oleh kapal selam buatan PT PAL ini.

Secara spesifikasi, kapal selam generasi terbaru ini memiliki panjang hampir 72 meter, atau sekitar 10 meter lebih panjang dibandingkan kapal selam sejenis yang telah dimiliki TNI AL sebelumnya. Keunggulannya terlihat dari kemampuan menyelam yang jauh lebih lama serta mampu menjangkau kedalaman yang lebih dalam dibandingkan pendahulunya.

Daya tempur kapal selam ini pun ditingkatkan secara signifikan. Selain tetap dilengkapi dengan sistem persenjataan torpedo yang mumpuni, kapal selam ini juga telah dipersenjatai dengan sistem peluru kendali. “Selain torpedo, ia dilengkapi juga dengan peluru kendali. Ini merupakan hal baru bagi kita, yaitu kemampuan menembakkan peluru kendali dari bawah permukaan air,” ungkap Ali.

Guna menyambut kehadiran alutsista canggih ini, TNI Angkatan Laut telah membentuk satuan tugas pengawak khusus. Para personel terpilih dikirim secara bertahap ke Prancis untuk menjalani pelatihan intensif bersama Angkatan Laut Prancis dan tim Naval Group agar benar-benar menguasai seluruh sistem yang ada di atas kapal.

BACA JUGA:  Korban Banjir dan Longsor Sumatra Bertambah, 1.135 Jiwa Meninggal Dunia

Bagi Kasal Muhammad Ali, pembangunan kapal selam langsung di dalam negeri ini menjadi tonggak sejarah menuju kemandirian industri pertahanan Indonesia. “Ini merupakan hal yang sangat luar biasa. Ini pertama kali kita membangun kapal selam dari tahap paling awal di Indonesia. Di kawasan ASEAN, mungkin kita yang pertama kali membangun kapal selam di dalam negeri sendiri,” ucapnya bangga.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa momen pemotongan baja pertama ini menjadi bukti nyata kekokohan kerja sama konsorsium antara PT PAL Indonesia dan Naval Group Prancis. Sinergi yang terjalin dinilai berjalan sangat baik dan saling menguatkan kedua belah pihak.

Kerja sama ini tidak sekadar berfokus pada perakitan fisik kapal, melainkan menjadi jembatan krusial dalam penyerapan teknologi pertahanan canggih. Transfer teknologi yang berlangsung diharapkan mampu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan kemandirian bangsa Indonesia dalam membangun alutsista pertahanan laut di masa depan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja DPR Minta Uang 3.000 Riyal, KPK Langsung Janji Telaah
Hadiri Acara di Thailand, Arya Wedakarna: Bukan sebagai Anggota DPD, Melainkan Tokoh Bali
Dicopot Usai Keracunan MBG Sidoarjo, BGN: SPPG Kalitengah Lalaian Disengaja
Bau Menyengat Limbah SPPG Bumi Daya Ganggu Warga Lampung Selatan, Sudah Dikeluhkan Setahun
KPK Periksa Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto, Kasus Suap Rejang Lebong Melebar
Heboh Syarat STNK Beli BBM Subsidi, Pertamina Resmi Batalkan Rencana Itu
NASA Ungkap Rahasia Kebakaran Gambut Indonesia: Api Menyala di Bawah Tanah, Sulit Padam Hingga Hujan Turun
Mabes TNI Evaluasi Kehadiran Prajurit TNI AL di Acara Kontes Kecantikan Transgender Thailand
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:08 WIB

Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja DPR Minta Uang 3.000 Riyal, KPK Langsung Janji Telaah

Jumat, 4 September 2026 - 16:21 WIB

Hadiri Acara di Thailand, Arya Wedakarna: Bukan sebagai Anggota DPD, Melainkan Tokoh Bali

Jumat, 4 September 2026 - 14:14 WIB

Bau Menyengat Limbah SPPG Bumi Daya Ganggu Warga Lampung Selatan, Sudah Dikeluhkan Setahun

Jumat, 4 September 2026 - 13:37 WIB

KPK Periksa Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto, Kasus Suap Rejang Lebong Melebar

Jumat, 4 September 2026 - 12:08 WIB

Heboh Syarat STNK Beli BBM Subsidi, Pertamina Resmi Batalkan Rencana Itu

Berita Terbaru