RDP Komisi XIII, Maruli Soroti Reposisi Lapas

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XIII DPR RI Dr Maruli Siahaan (Kiri) dan Direktur Pengamanan dan Intelijen Pemasyarakatan Brigjen Pol Tatan Dirsan Atmaja (Kanan) disela-sela RDP, Rabu (4/2/2026). Foto: Ist.

Anggota Komisi XIII DPR RI Dr Maruli Siahaan (Kiri) dan Direktur Pengamanan dan Intelijen Pemasyarakatan Brigjen Pol Tatan Dirsan Atmaja (Kanan) disela-sela RDP, Rabu (4/2/2026). Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol (P) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., turut serta dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI Panitia Kerja (Panja) Pemasyarakatan bersama Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat Komisi XIII, Gedung Nusantara II, DPR RI Senayan Jakarta.

Bahasan Dalam RDP Komisi XIII

RDP Komisi XIII ini membahas berbagai permasalahan dalam sistem pemasyarakatan, termasuk implementasi serta implikasi penerapan KUHP dan KUHAP yang baru. Fokus utama adalah perubahan paradigma pemidanaan yang tidak lagi berorientasi pada pemenjaraan semata, serta isu-isu lain terkait tata kelola dan kapasitas sistem pemasyarakatan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Maruli Siahaan menegaskan pentingnya reposisi lembaga pemasyarakatan sebagai “last resort” atau tempat penahanan terakhir. Ia berpendapat bahwa lapas seharusnya hanya diperuntukkan bagi pelaku tindak pidana berisiko tinggi dan kejahatan serius.

BACA JUGA:  Kasus Pencabulan Santriwati, Kemenag Pindahkan Seluruh Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Lebih lanjut, Dr. Maruli mendorong agar pelaku tindak pidana ringan dialihkan ke skema pembinaan di luar lapas. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kelebihan kapasitas yang kerap terjadi di lapas, sekaligus meningkatkan efektivitas pembinaan bagi narapidana.

Dr. Maruli juga merekomendasikan penetapan mekanisme baku pengawasan terhadap pelaksanaan kesepakatan restoratif oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas). Mekanisme ini perlu disertai dengan sanksi administratif yang tegas apabila kesepakatan restoratif tidak dipatuhi, demi menjamin kepastian hukum dan keadilan bagi para pihak.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/dinkes-sumut-temukan-petugas-belum-pahami-uhc-rs-citra-medika-tegaskan-layanan-sudah-sesuai-sop/

Ia juga mendorong pengembangan model pembinaan berbasis pemulihan, antara lain melalui kewajiban ganti kerugian, permintaan maaf secara terbuka, serta pelaksanaan pelayanan sosial yang terukur dan dapat dievaluasi. Model ini dinilai sejalan dengan semangat KUHP dan KUHAP baru yang mengedepankan keadilan restoratif.

Selain itu, Dr. Maruli menekankan pentingnya memperkuat peran pemerintah daerah dan lembaga sosial sebagai mitra resmi dalam pelaksanaan hukuman sosial. Dengan demikian, pembinaan di luar lapas dapat berjalan efektif, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Usulan Reformasi Pajak JHT: Said Iqbal Temui Menkeu, Minta Pembebasan dan Penyesuaian Aturan

Sebagai bagian dari modernisasi sistem pemasyarakatan, Dr. Maruli juga merekomendasikan agar sistem pemasyarakatan diintegrasikan dengan teknologi pemantauan administratif. Hal ini bertujuan untuk menjamin kepatuhan terhadap putusan dan kesepakatan hukum tanpa menambah beban kapasitas lembaga pemasyarakatan.

Rapat Dengar Pendapat ini menjadi bagian dari komitmen Komisi XIII DPR RI dalam mengawal reformasi sistem pemasyarakatan nasional agar lebih humanis, berkeadilan, serta selaras dengan arah kebijakan hukum pidana nasional pasca berlakunya KUHP dan KUHAP baru.

Dengan berbagai rekomendasi yang disampaikan oleh Dr. Maruli Siahaan, diharapkan sistem pemasyarakatan di Indonesia dapat semakin efektif dalam membina narapidana, serta memberikan kontribusi positif bagi terciptanya masyarakat yang lebih aman dan berkeadilan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran
Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya
KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut
Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya
Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA
KPK Masih Tunggu Nusron Wahid Hadir, 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor Sudah Ditetapkan
Pakar Hukum: MK Tetap dalam Koridor Kewenangan, Alihkan Masalah Gibran ke Jalur Pemakzulan
Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, PC PMII Desak Pemerintah Perkuat Langkah Konkret dan Penanganan Sumber Asap
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Ketua GCP: Saya Di-prank, KPU Harus Bertanggung Jawab Polemik Ijazah Gibran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Febrie Adriansyah Didakwa Peras Rp55 Miliar dari Tan Kian Agar Tak Jadi Tersangka Jiwasraya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:15 WIB

KPK Panggil Eks Bupati Tapsel & Madina, 15 Saksi Diperiksa Pengembangan Korupsi Jalan Sumut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Gibran Buka Suara: Kuliah S1 di Singapura Bukti Telah Lulus Pendidikan Sebelumnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Bawa Putusan MK soal Tak Ada Bukti Ijazah Setara SMA

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB