Rekor Penyitaan! Kejagung Sita Rp11,8 Triliun dalam Kasus Korupsi CPO

Rabu, 18 Juni 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rekor Penyitaan! Kejagung Sita Rp11,8 Triliun dalam Kasus Korupsi CPO - Foto Ist

Rekor Penyitaan! Kejagung Sita Rp11,8 Triliun dalam Kasus Korupsi CPO - Foto Ist

Jakarta-Mediadelegasi: Kejaksaan Agung (Kejagung) menorehkan prestasi gemilang dalam pemberantasan korupsi. Pada 18 Juni 2025, Kejagung mengumumkan penyitaan aset senilai Rp11,8 triliun dari korporasi Wilmar Group.

Penyitaan ini tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah penanganan kasus korupsi di Indonesia, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengembalikan kerugian negara.

Dana tersebut merupakan bagian dari kerugian negara dalam kasus korupsi persetujuan ekspor Crude Palm Oil (CPO) periode 2021-2022.

Keberhasilan penyitaan ini merupakan hasil dari investigasi mendalam terhadap lima anak perusahaan Wilmar Group, yaitu PT Multimas Nabati Asahan, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Sinar Alam Permai, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Kelima perusahaan tersebut telah mengembalikan uang negara sebagai bentuk tanggung jawab atas keterlibatan mereka dalam kasus korupsi yang melibatkan ekspor CPO. Langkah ini menjadi bukti pentingnya penegakan hukum terhadap korporasi yang terlibat dalam tindak pidana korupsi.

BACA JUGA:  Erick Thohir Tolak Ubah Statuta PSSI Soal Masa Jabatan Ketua Umum

Kasus korupsi ekspor CPO ini merupakan pengembangan dari kasus korupsi minyak goreng yang sebelumnya telah melalui proses peradilan yang panjang dan kompleks.

Wilmar Group, bersama Permata Hijau Group dan Musim Mas Group, juga terjerat dalam kasus ini. Menariknya, kasus ini sebelumnya berakhir dengan vonis lepas bagi para terdakwa di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat karena dugaan suap kepada majelis hakim. Kejagung pun telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Penyitaan Rp11,8 triliun ini bukan hanya angka fantastis, melainkan juga simbol kemenangan dalam pertarungan melawan korupsi skala besar. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya kerugian negara yang berhasil dikembalikan.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi efek jera bagi korporasi lain yang mungkin terlibat dalam praktik korupsi. Lebih lanjut, hal ini juga menunjukkan peningkatan kapabilitas Kejagung dalam menyelidiki dan menyita aset hasil tindak pidana korupsi.

BACA JUGA:  China Eastern Airlines Akan Luncurkan Penerbangan Terpanjang di Dunia, Hubungkan Shanghai dan Buenos Aires

Keberhasilan Kejagung dalam menyita aset senilai Rp11,8 triliun dalam kasus korupsi CPO merupakan tonggak penting dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Langkah ini menandakan komitmen yang kuat untuk menegakkan hukum dan mengembalikan kerugian negara.

Keberhasilan ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia dan memberi efek jera bagi pelaku korupsi lainnya.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB