Medan-Mediadelegasi: Menjelang datangnya bulan suci Ramadan yang diperkirakan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, warga pesisir Kota Medan diingatkan untuk bersiap menghadapi potensi banjir rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini untuk periode 18–22 Februari 2026.
Pesisir Medan Siaga Banjir Rob Jelang Ramadan
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Nur Alim, menjelaskan bahwa kenaikan muka air laut ini dipicu oleh kombinasi pengaruh posisi benda langit dan kondisi cuaca laut yang dinamis. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
“Pasang maksimum berpotensi menimbulkan genangan di wilayah pesisir rendah. Masyarakat sebaiknya meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan,” kata Nur Alim dalam keterangan tertulisnya.
Beberapa area yang masuk dalam zona rawan banjir rob antara lain Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Tinggi muka air laut diperkirakan dapat melampaui 2,3 meter, bahkan berpotensi mendekati 2,6 meter dari titik surut terendah. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi warga yang beraktivitas di sekitar wilayah tersebut.
Menurut prakiraan BMKG, fase pasang tertinggi akan terjadi dua kali dalam sehari. Waktu-waktu yang perlu diwaspadai adalah dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIB, serta siang menuju sore hari pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, potensi terjadinya banjir rob akan semakin tinggi.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bika-ambon-narkoba-polda-sumut-gagalkan-penyelundupan/
Selain ancaman genangan, kondisi perairan juga diprediksi akan cukup dinamis. Gelombang di sejumlah wilayah laut Sumatera Utara berpotensi mencapai 1,25–2,5 meter akibat pola angin yang bertiup hingga 30 knot dari arah yang berbeda di wilayah utara dan selatan.









