Rob Hantui Pesisir Medan Jelang Ramadan 2026

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga pesisir Kota Medan diingatkan untuk bersiap menghadapi potensi banjir rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini untuk periode 18–22 Februari 2026. Foto: Ist.

Warga pesisir Kota Medan diingatkan untuk bersiap menghadapi potensi banjir rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini untuk periode 18–22 Februari 2026. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Menjelang datangnya bulan suci Ramadan yang diperkirakan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, warga pesisir Kota Medan diingatkan untuk bersiap menghadapi potensi banjir rob. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini untuk periode 18–22 Februari 2026.

Pesisir Medan Siaga Banjir Rob Jelang Ramadan

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Nur Alim, menjelaskan bahwa kenaikan muka air laut ini dipicu oleh kombinasi pengaruh posisi benda langit dan kondisi cuaca laut yang dinamis. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

“Pasang maksimum berpotensi menimbulkan genangan di wilayah pesisir rendah. Masyarakat sebaiknya meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan,” kata Nur Alim dalam keterangan tertulisnya.

Beberapa area yang masuk dalam zona rawan banjir rob antara lain Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan. Tinggi muka air laut diperkirakan dapat melampaui 2,3 meter, bahkan berpotensi mendekati 2,6 meter dari titik surut terendah. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi warga yang beraktivitas di sekitar wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Langgapayung Tergenang Banjir Kiriman

Menurut prakiraan BMKG, fase pasang tertinggi akan terjadi dua kali dalam sehari. Waktu-waktu yang perlu diwaspadai adalah dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00 WIB, serta siang menuju sore hari pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, potensi terjadinya banjir rob akan semakin tinggi.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bika-ambon-narkoba-polda-sumut-gagalkan-penyelundupan/

Selain ancaman genangan, kondisi perairan juga diprediksi akan cukup dinamis. Gelombang di sejumlah wilayah laut Sumatera Utara berpotensi mencapai 1,25–2,5 meter akibat pola angin yang bertiup hingga 30 knot dari arah yang berbeda di wilayah utara dan selatan.

“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan dan pengguna jasa pelayaran untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di laut. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tambah Nur Alim.

BACA JUGA:  BMKG Perluas Hujan Buatan ke Kawasan Danau Toba

BMKG menekankan bahwa informasi ini merupakan peringatan dini agar masyarakat dapat melakukan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan. Terlebih lagi, waktu terjadinya potensi banjir rob ini beririsan dengan awal bulan Ramadan, di mana mobilitas warga, distribusi bahan pokok, dan aktivitas pelabuhan biasanya mengalami peningkatan.

Pemerintah Kota Medan juga telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi potensi banjir rob ini. Beberapa di antaranya adalah menyiagakan petugas di wilayah rawan banjir, menyiapkan perahu karet untuk evakuasi, serta memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

Masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah dan instansi terkait untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi akibat banjir rob. Dengan kesiapsiagaan dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan aktivitas Ramadan dapat berjalan lancar tanpa terganggu oleh bencana alam. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru