Rodiah Rahmawaty Lubis Dikukuhkan Sebagai Guru Besar USU

- Penulis

Kamis, 11 Maret 2021 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan- Mediadelegasi: Prof. Dr. dr. Rodiah Rahmawaty Lubis, M.Ked (Oph) SpM(K), dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara (USU) dalam bidang Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Rabu (10/3).

Pengukuhan dilakukan pada Rapat Terbuka Senat Akademik oleh Rektor USU Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si, didampingi Ketua Dewan Guru Besar USU Prof. Dr. dr. Gontar Alamsyah Siregar, Sp.PD-KGEH.

Prof. Dr. dr. Rodiah Rahmawaty Lubis, M.Ked(Oph)., SpM(K), merupakan salah seorang dosen tetap pada Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran USU, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Magister Kedokteran Klinik. Prof. Dr. dr. Rodiah Rahmawaty Lubis, M.Ked(Oph)., SpM(K), yang lahir pada tanggal 17 April 1976 merupakan anak ke empat dari 6 orang bersaudara, puteri pasangan Prof. dr. H. Bachtiar Fanani Lubis, Sp.PD-KHOM dan  dr. Hj. Adelina Hasibuan,Sp.M

Ia mendapatkan gelar Konsultan di bidang Rekonstruksi, Onkologi dan Okuloplasti, Kolegium Ophthalmologi pada tahun 2016 dan meraih gelar Doktor pada tahun 2013. Selain itu, Prof. Dr. dr. Rodiah Rahmawaty Lubis, M.Ked(Oph)., SpM(K), saat ini juga menjabat sebagai anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia(PERDAMI), Indonesia Society of Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery(INASOPRS), Asia Pasicific of Ophthalmic Plastic and Reconstructive Surgery (APSOPRS) serta Pengurus di Lembaga Kesehatan Masyarakat DPD KNPI SUMUT.

BACA JUGA:  Prof. Muryanto Amin: USU Bersiap Lompat Lebih Tinggi

Dalam kesempatan itu, Prof. Dr. dr. Rodiah Rahmawaty Lubis, M.Ked(Oph)., SpM(K), menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul “Tantangan Layanan Okuloplasti Dalam Memperbaiki Fungsi dan Kosmetik Pada Mata di Era Globalisasi”.

Pada bagian awal pidato pengukuhannya, Prof. Dr. dr. Rodiah Rahmawaty menjelaskan bahwa Globalisasi di berbgai sektor kehidupan mengarah pada pasar bebas, tidak dapat dihindari oleh negara-negara anggota World Trade Organization (WTO) termasuk Indonesia. Era Globalisasi dapat mengakibatkan batas negara semakin pudar, sementara kemajuan teknologi dan informasi berkembang sangat pesat.

Indonesia Sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk 270,2 Juta jiwa dapat menjadi pasar yang potensial bagi negara-negara lain di dunia dalam hal pelayanan Kesehatan di era ini, dibutuhkan up grading  ilmu terus menerus di bidang ilmu kedokteran jika kita tidak ingin tergerus oleh arusnya Era globalisasi ini.

Katanya, Perkembangan teknologi informasi semakin mempermudah masyarakat dalam mencari informasi mengenai Kesehatan. Setiap orang dapat mencari tahu terlebih dahulu diagnosis dan penatalaksanaan penyakit yang dirasakannya di interner, walaupun belum tentu tepat. Sehingga pasien menjadi lebih kritis Ketika berhadapan dengan dokter secara langsung. Tantangan ini menuntut tenaga dokter untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan, tidak terkecuali bagi dokter mata okuloptasi.

BACA JUGA:  Seminar Nasional dan Workshop Meningkatkan Kompetensi Guru di Era Digital

Lebih lanjut dikatakan Prof. Dr. dr. Rodiah Rahmawaty Okuloplasti atau bedah plastik mata merupakan tindakan untuk merekonstruksi Kembali penampilan mata pasien yang mengalami perubahan akibat hal, seperti trauma, tumor, proses penuaan , dan sebagainya. Okuloplasti juga dapat dilakukan pada orang normal yang ingin memperbaiki penampilan mata agar terlihat lebih indah dengan fungsi yang baik. Beberapa layanan okuloplasti yang sering dilakukan antara lain: okuloplasti kelopak mata, pembuangan seluruh atau Sebagian isi rongga orbita, tumor dan sistem lakrimalis.

Katanya, Tantangan layanan okuloplasti pada koreksi ptosis adalah mendapatkan hasil koeksi ptosis yang optimal dengan mengembalikan posisi kelopak mata pada posisi yang normal sehinggatidak mengganggu lapangan pandangan bagian atas, menghindari komplikasi paska tindakan koreksi seperti undercorrection dan mendapatkan tampilan simetris pada kedua mata untuk meningkatkan kosmetik pasien. Hal ini tentunya didapat dengan melakukan pemeriksaan yang cermat dan presisi preoperasi, pemilihan prosedur yang tepat, pelaksanaan operasi dengan hati-hati durante operasi dan perawatan berkesinambungan paska tindakan operasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Praktikum Dakwah UINSU Digelar di Rutan Kabanjahe
ASSEMBLY: The Magical Voyage – Event Kreativitas Anak Terbesar Akhir Tahun di Medan
Deklarasi Anti Kekerasan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Digelar Serentak di 207 SMA/SMK Binjai–Langkat
PNM Salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah, Jembatani Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera
Presiden Prabowo Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, Bagikan 288.000 Smartboard
QS AUR 2026: Singapura dan Malaysia Dominasi Kampus Terbaik Asia Tenggara, Indonesia Kirim 3 Wakil
Wali Kota Medan: Guru Hadapi Tantangan Baru di Era Digital, PGRI Diharapkan Jadi Solusi
Universitas Al-Azhar Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Persatuan Mendunia
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:41 WIB

Praktikum Dakwah UINSU Digelar di Rutan Kabanjahe

Senin, 15 Desember 2025 - 12:47 WIB

ASSEMBLY: The Magical Voyage – Event Kreativitas Anak Terbesar Akhir Tahun di Medan

Selasa, 25 November 2025 - 12:22 WIB

Deklarasi Anti Kekerasan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Digelar Serentak di 207 SMA/SMK Binjai–Langkat

Kamis, 20 November 2025 - 12:55 WIB

PNM Salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah, Jembatani Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera

Senin, 17 November 2025 - 14:01 WIB

Presiden Prabowo Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, Bagikan 288.000 Smartboard

Berita Terbaru