Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS, Optimisme Penyelesaian Shutdown di AS Jadi Pemicu

Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS. Foto: Ist.

Pada hari ini, majelis rendah akan kembali bersidang untuk pertama kalinya sejak 19 September setelah Ketua DPR AS, Mike Johnson, mendesak para anggota parlemen pada Senin, 10 November 2025, untuk mulai kembali menyelesaikan penutupan pemerintahan yang terus mengganggu perjalanan udara di seluruh negeri.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mencatat bahwa rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 40 poin pada perdagangan Selasa sore, 11 November 2025, yang sempat melemah 55 poin di level 16.694 dari penutupan sebelumnya di level 16.654.

“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 40 poin sebelumnya sempat melemah 55 poin di level Rp 16.694 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.654,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (11/11/2025).

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Ibrahim memproyeksikan untuk perdagangan besok, rupiah fluktuatif tetapi ditutup melemah di rentang 16.690 -16.730.

Adapun faktor yang mempengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah di antaranya, faktor eksternal senat AS pada Selasa malam mengesahkan RUU untuk membuka pendanaan pemerintah dan mengakhiri penutupan pemerintah atau shutdown pemerintah AS yang telah berlangsung lama.

Faktor lainnya yakni pasar terlihat terus-menerus memperkirakan ekspektasi penurunan suku bunga AS pada bulan Desember, di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi, yang kemungkinan akan dirasakan oleh The Fed.

Selain itu, bank sentral juga telah meremehkan ekspektasi penurunan suku bunga pada Desember dalam pertemuannya pada Oktober. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Pos terkait