Taman Pemakaman Umum Inklusif KBNI Jadi Solusi

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korps Bela Negara Indonesia (KBNI) Sumatera Utara membangun Taman Pemakaman Umum (TPU) yang diperuntukkan bagi seluruh golongan agama. Foto: Hendra.

Korps Bela Negara Indonesia (KBNI) Sumatera Utara membangun Taman Pemakaman Umum (TPU) yang diperuntukkan bagi seluruh golongan agama. Foto: Hendra.

Medan-Mediadelegasi: Korps Bela Negara Indonesia (KBNI) Sumatera Utara menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat dengan membangun Taman Pemakaman Umum (TPU) yang diperuntukkan bagi seluruh golongan agama. Pembangunan TPU ini dilakukan sebagai respons atas semakin terbatasnya lahan pemakaman di wilayah perkotaan.

Taman Pemakaman Umum Jadi Solusi Krisis Lahan Kuburan

Peresmian sekaligus peninjauan lokasi TPU tersebut dilaksanakan pada Senin (9/3/2026) di wilayah Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari program sosial KBNI yang bertujuan membantu masyarakat, khususnya mereka yang kesulitan mendapatkan lahan pemakaman bagi anggota keluarga yang meninggal dunia.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pengurus dan anggota KBNI hadir untuk melihat secara langsung kesiapan lokasi yang akan digunakan sebagai tempat pemakaman umum bagi masyarakat.

Panglima Tinggi Korps Bela Negara Indonesia, Toni Andeska, diketahui tidak dapat menghadiri acara tersebut. Namun kegiatan tetap berlangsung di bawah koordinasi Wakil Panglima Wilayah I/HA, Benny Andhika.

BACA JUGA:  Kejatisu Gelar Vaksin Tahap II untuk 2.000 Orang

Benny Andhika mengatakan pembangunan TPU tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap permasalahan yang sering dihadapi masyarakat, khususnya di daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/terseret-kasus-korupsi-kadis-ukm-sumut-mundur/

Menurutnya, semakin padatnya jumlah penduduk di sejumlah kota membuat ketersediaan lahan pemakaman menjadi semakin terbatas. Kondisi ini sering kali menyulitkan masyarakat ketika harus mencari tempat pemakaman bagi keluarga yang meninggal dunia.

“Kami mendengar banyak keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan lahan pemakaman, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu. Karena itu, kami mencoba menghadirkan solusi melalui penyediaan TPU ini,” ujar Benny.

Ia menegaskan TPU yang dibangun KBNI bersifat inklusif dan terbuka untuk seluruh pemeluk agama. Hal ini dilakukan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas tanpa membedakan latar belakang kepercayaan.

Selain fokus pada penyediaan lahan pemakaman, KBNI juga memberikan perhatian kepada para pekerja yang selama ini menjalankan tugas menggali liang kubur.

BACA JUGA:  Eriandi Surbakti Pimpin KNPI Medan Baru

Dalam kesempatan tersebut, Benny Andhika menyerahkan bantuan kepada sejumlah penggali liang kubur yang bekerja di lokasi tersebut sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

Menurut Benny, pekerjaan para penggali liang kubur sering kali luput dari perhatian, padahal mereka memiliki peran penting dalam proses pemakaman.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu kebutuhan para pekerja serta keluarga mereka.

Sementara itu, Pangda Makoda VI JAGUAR KBNI, Ben Suriadi, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya program pembangunan TPU tersebut.

Ia mengatakan KBNI berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program sosial yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan TPU ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi berbagai kegiatan sosial lainnya yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Rakha Firdaus Lubis dan Naufal Baginda, mendapatkan apresiasi resmi berupa Letter of Appreciation dari NASA
Pernah Praktik di Malahayati Medan, Prof Ridha yang Pernah Soroti Hilangnya Gelar Profesor di Pilkada
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:53 WIB

Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:24 WIB

Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD

Berita Terbaru