Selat Hormuz Memanas, Iran Bantah Tutup Jalur Pelayaran

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran menegaskan tidak menutup Selat Hormuz serta tidak menghambat navigasi di perairan strategis tersebut. Foto: Ist.

Iran menegaskan tidak menutup Selat Hormuz serta tidak menghambat navigasi di perairan strategis tersebut. Foto: Ist.

Teheran-Mediadelegasi: Pemerintah Iran menegaskan tidak pernah menutup Selat Hormuz maupun menghambat lalu lintas kapal di jalur pelayaran strategis tersebut. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Selat Hormuz Tak Ditutup, Iran Tuduh AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan terhambatnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz bukan disebabkan oleh kebijakan Iran. Menurutnya, situasi tidak stabil yang terjadi di kawasan tersebut merupakan dampak dari serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Araghchi menegaskan bahwa produksi serta distribusi minyak di kawasan itu melambat bukan karena Iran menutup jalur pelayaran internasional. Ia menyebut kondisi tersebut terjadi akibat eskalasi konflik yang dipicu oleh serangan terhadap Iran.

Dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, PBS, dikutip Selasa (10/3/2026) Araghchi menegaskan negaranya tidak memiliki kebijakan untuk menutup Selat Hormuz. Iran, kata dia, tetap mendukung kelancaran navigasi kapal yang melintasi jalur tersebut.

BACA JUGA:  Piala Dunia 2026 dalam Bahaya Politik: Iran Terancam Dilarang Bermain

Menurut Araghchi, ketidakamanan yang dirasakan kapal tanker dan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz lebih disebabkan oleh meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut membuat sejumlah operator kapal memilih menunda atau mengalihkan jalur pelayaran.

Ia juga menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang memperburuk stabilitas kawasan. Kebijakan dan tindakan militer yang dilakukan Washington dinilai menjadi faktor utama meningkatnya kekhawatiran dalam aktivitas pelayaran internasional.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/bupati-rejang-lebong-tiba-di-gedung-kpk-usai-terjaring-ott/

Araghchi menambahkan bahwa Iran tidak memiliki kepentingan untuk menghambat distribusi energi dunia. Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur vital bagi perdagangan minyak global.

Selat tersebut menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak mentah dari negara-negara Teluk menuju berbagai pasar internasional. Setiap gangguan di jalur ini dapat memicu gejolak harga energi di pasar dunia.

BACA JUGA:  Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan komitmennya untuk memastikan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Ia menegaskan negaranya tidak akan membiarkan Iran mengganggu pasokan minyak global.

Trump bahkan memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap mengambil tindakan tegas jika Iran benar-benar melakukan pemblokadean terhadap jalur pelayaran tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Pemerintah AS menilai stabilitas Selat Hormuz sangat penting bagi keamanan energi global. Jalur tersebut dilalui oleh sebagian besar pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah.

Situasi di kawasan Teluk kini menjadi perhatian dunia karena potensi konflik yang dapat berdampak besar terhadap perdagangan internasional, terutama distribusi energi global. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat
Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok
Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026
Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki
Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup
Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 150 Orang, Ratusan Wisatawan Asing Hilang
24 Agustus 2006: Pluto Resmi Dihapus dari Daftar Planet Tata Surya, Sejarah yang Masih Memicu Perdebatan
Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Belasungkawa Korban Gempa NTT
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Prabowo Jelaskan Program Makan Bergizi Gratis di Forum Ekonomi Timur Rusia: Pembangunan Harus Dirasakan Seluruh Rakyat

Kamis, 3 September 2026 - 11:50 WIB

Putin Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia di Asia-Pasifik, Jamu Prabowo di Vladivostok

Rabu, 2 September 2026 - 12:03 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama Forum EEF 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Berakhir Perjalanan Panjang Sang Pemimpin Monarki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Ratko Mladic, Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal di Penjara Usai Divonis Seumur Hidup

Berita Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Ist.

Nasional

Karhutla 2026: Kemenhut Bekukan Izin 26 Korporasi

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:44 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid. Foto: Ist.

Nasional

OTT KPK ATR/BPN: Nusron Wahid Disorot, 8 Tersangka Ditahan

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:26 WIB