Rusia Tolak Putusan ICAO soal MH17, Belanda dan Australia Desak Tanggung Jawab

- Penulis

Rabu, 14 Mei 2025 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi MH17 tertembak Rudal (Foto : Ist.)

Ilustrasi MH17 tertembak Rudal (Foto : Ist.)

Moskow-Mediadelegasi : Rusia menolak putusan Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang menyatakan negara itu bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 pada 17 Juli 2014. Pesawat yang membawa 298 penumpang dan kru itu ditembak jatuh menggunakan rudal pertahanan saat melintas di langit Ukraina, menewaskan seluruh penumpangnya.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kesimpulan ICAO bias karena Rusia tidak dilibatkan dalam penyelidikan. “Sikap kami sudah diketahui. Anda tahu bahwa Rusia bukanlah negara yang ikut serta dalam penyelidikan kejadian ini. Oleh karena itu, kami tidak menerima kesimpulan bias apa pun,” kata Peskov.

Sementara itu, Pemerintah Belanda dan Australia menyambut baik putusan ICAO dan mendesak Rusia untuk bertanggung jawab atas kejadian itu. Menteri Luar Negeri Belanda, Caspar Veldkamp, mengatakan keputusan ini merupakan langkah penting untuk menegakkan kebenaran dan mencapai keadilan bagi korban dan keluarga mereka.

Pemerintah Australia juga menyerukan kepada Rusia untuk mau bertanggung jawabnya atas perbuatan kekerasan yang mengerikan ini serta memberi ganti rugi atas perilakunya, sebagaimana diwajibkan menurut hukum internasional. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan pemerintahnya menyambut baik putusan tersebut seraya mendesak ICAO untuk bergerak cepat menentukan ganti rugi.

BACA JUGA:  WN Rusia Kehilang Motor Dalam Perjalanan Bali-Danau Toba

ICAO tidak memiliki kekuatan untuk menegakkan putusan tersebut, namun berhak menetapkan standar penerbangan global yang diadopsi oleh mayoritas 193 negara anggotanya. Oleh karena itu, putusan ICAO ini diharapkan dapat membawa tekanan internasional kepada Rusia untuk bertanggung jawab atas kejadian itu.

Kasus MH17 telah menjadi sorotan internasional selama bertahun-tahun, dan putusan ICAO ini diharapkan dapat membawa keadilan bagi korban dan keluarga mereka. Namun, Rusia masih membantah terlibat dalam kejadian itu dan tidak akan mengekstradisi warganya yang terlibat.

Pada November 2022, hakim pengadilan Belanda memvonis dua pria Rusia dan seorang pria Ukraina bersalah atas tuduhan pembunuhan terkait MH17. Mereka disidang secara in absentia. Rusia membantah terlibat dalam kejadian itu seraya menyebut putusan itu memalukan.

Pemerintah Belanda dan Australia berharap bahwa putusan ICAO ini dapat membawa keadilan bagi korban dan keluarga mereka. Mereka juga berharap bahwa Rusia dapat bertanggung jawab atas kejadian itu dan memberikan ganti rugi kepada keluarga korban.

BACA JUGA:  Ancaman Putin terhadap Perusahaan Barat

Kasus MH17 masih menjadi topik yang sensitif dan kompleks, dan putusan ICAO ini diharapkan dapat membawa penyelesaian yang adil bagi semua pihak yang terlibat. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai keadilan dan akuntabilitas bagi korban dan keluarga mereka.

Rusia telah berulang kali membantah terlibat dalam kejadian itu, namun bukti-bukti yang ada menunjukkan sebaliknya. Oleh karena itu, putusan ICAO ini diharapkan dapat membawa tekanan internasional kepada Rusia untuk bertanggung jawab atas kejadian itu.

Dalam beberapa pekan mendatang, ICAO akan mempertimbangkan bentuk ganti rugi yang diperlukan untuk korban dan keluarga mereka. Pemerintah Belanda dan Australia berharap bahwa ganti rugi ini dapat diberikan secepatnya untuk membantu keluarga korban dalam proses penyembuhan dan pemulihan. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa Bumi M8,7 Mengguncang Semenanjung Kamchatka Rusia, Tsunami Menghantam Pantai
Ancaman Putin terhadap Perusahaan Barat

Berita Terkait

Rabu, 30 Juli 2025 - 11:45 WIB

Gempa Bumi M8,7 Mengguncang Semenanjung Kamchatka Rusia, Tsunami Menghantam Pantai

Selasa, 27 Mei 2025 - 13:21 WIB

Ancaman Putin terhadap Perusahaan Barat

Rabu, 14 Mei 2025 - 11:03 WIB

Rusia Tolak Putusan ICAO soal MH17, Belanda dan Australia Desak Tanggung Jawab

Berita Terbaru