Proses ini juga melibatkan pihak yayasan dan pengelola dapur. Rohim selaku Kepala Dapur SPPG, Dian Anisa Utama sebagai penyelia halal internal, Eca Salsabil dari bagian administrasi keuangan, serta Rahma yang bertugas di bidang gizi turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Koordinasi antar tim dilakukan untuk memastikan setiap bahan baku yang digunakan memiliki kejelasan asal-usul serta jaminan kehalalan. Selain itu, pengawasan juga dilakukan agar pengelolaan anggaran tetap efisien tanpa mengurangi kualitas makanan yang disediakan.
Yulia menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar label formal, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab kepada konsumen, terutama para siswa yang setiap hari mengonsumsi makanan dari dapur tersebut.
Ia berharap dengan adanya sertifikat halal, para orang tua siswa dapat merasa lebih tenang karena makanan yang disajikan telah melalui proses yang aman, bersih, dan sesuai dengan ketentuan syariat.
Dengan proses audit dan verifikasi yang berjalan lancar, pihak pengelola berharap sertifikat halal untuk Dapur Faeyza dapat segera diterbitkan sehingga dapur tersebut dapat menjadi contoh penyedia katering sehat dan halal bagi program pemenuhan gizi di wilayah tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.








