Madrid-Mediadelegasi: Ketegangan diplomatik muncul setelah Spanyol menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya sebagai bagian dari rencana serangan terhadap Iran. Penolakan tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan dengan Spanyol sebagai respons atas sikap penolakan pemerintah Madrid yang tidak mendukung rencana militernya.
Penolakan Tegas Spanyol terhadap Tekanan Amerika Serikat
Ancaman itu disampaikan Trump dalam pernyataan kepada media di Gedung Putih. Ia mengatakan Amerika Serikat tidak akan melanjutkan kerja sama ekonomi jika Spanyol tetap menolak memberikan dukungan terhadap operasi militer tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Trump menegaskan pemerintahannya sedang mempertimbangkan langkah untuk memutus seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol. Namun ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk kebijakan yang akan diambil.
Menurutnya, keputusan penghentian kerja sama bisa saja dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan Trump menyebut langkah tersebut dapat dilakukan kapan saja jika pemerintah AS menganggapnya perlu.
Meski mendapat tekanan dari Washington, pemerintah Spanyol menegaskan tidak akan mengubah sikapnya. Wakil Perdana Menteri Spanyol Maria Jesus Montero mengatakan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan dari negara mana pun.
Baca Juga : https://mediadelegasi.id/banding-yoki-firnandi-dalam-kasus-korupsi-minyak-mentah/
Montero menegaskan Spanyol tetap berpegang pada prinsip kedaulatan nasional serta kebijakan luar negeri yang independen. Ia juga menyatakan pemerintah tidak akan mentoleransi ancaman yang datang dari pihak luar.
Menurutnya, keputusan untuk menolak penggunaan pangkalan militer oleh AS diambil berdasarkan pertimbangan kepentingan nasional serta stabilitas global.
Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez sebelumnya telah memperingatkan bahwa konflik yang melibatkan Iran berpotensi memicu dampak luas bagi dunia.
Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Sanchez menegaskan Spanyol tidak ingin terlibat dalam konflik yang dapat memperburuk situasi keamanan internasional.
Ia menambahkan negaranya tidak akan mengambil langkah yang bertentangan dengan nilai-nilai diplomasi dan kepentingan global hanya demi menghindari tekanan dari pihak tertentu.
Ketegangan antara kedua negara juga dipicu oleh perbedaan pandangan mengenai kebijakan pertahanan. Trump sebelumnya mengkritik Spanyol karena tidak meningkatkan anggaran militernya hingga lima persen dari produk domestik bruto (PDB).
Presiden AS itu menilai kontribusi Spanyol terhadap keamanan kawasan masih terlalu kecil dibandingkan beberapa negara Eropa lainnya yang telah menaikkan anggaran pertahanan mereka.
Di sisi lain, pemerintah AS mengklaim memiliki dasar hukum untuk memberlakukan embargo terhadap produk impor dari Spanyol. Pernyataan tersebut disampaikan Trump bersama Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Namun rencana tersebut belum mendapat kepastian. Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer tidak memberikan jawaban tegas ketika ditanya mengenai kemungkinan pemberlakuan sanksi perdagangan terhadap Spanyol.
Situasi ini juga menjadi rumit karena Spanyol merupakan anggota Uni Eropa yang menerapkan sistem perdagangan bebas antarnegara anggotanya. Kebijakan tersebut berpotensi menyulitkan upaya Amerika Serikat untuk memberlakukan pembatasan perdagangan secara khusus terhadap satu negara anggota saja. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












