Kemudian Danton Dalmas Lanjutan Briptu Egidium Silitonga yang beranggotakan 31 personel, dilengkapi dengan peralatan Baju Dalmas, Tameng, Tongkat, dan Gas Air Mata.
Sedangkan Tim Negosiator yang dipimpin oleh Aiptu HL Situmorang dan beranggotakan 12 personel, dilengkapi dengan peralatan Pengeras Suara. Tim Patroli sebanyak 4 personel, Pengamanan Lalu Lintas dengan 14 personel, Pengamanan Tertutup oleh 12 personel, Tim Penegakan Hukum oleh 14 personel, serta melibatkan tenaga kesehatan, driver, dokumentasi dan pengawasan personel.
BACA JUGA: Sambut Hari Jadi, Polwan Samosir Gelar Baksos
Dalam simulasi pengendalian massa di depan Kantor DPRD, massa yang sedang menyampaikan aspirasi disimulasikan bertemu Anggota DPRD Kabupaten Samosir. Tim Negosiator dan Dalmas Awal berusaha mencegah akses massa ke gedung DPRD, sambil menjaga dialog yang sopan. Ketika situasi memanas dan tegang, Dalmas Lanjutan turun tangan untuk membubarkan massa dengan taktik berlindung, siaga dan dorongan maju dan massa pun dapat dibubarkan dengan peragaan bentyk formasi paruh lembing.
Kabag Ops Polres Samosir mengakhiri kegiatan ini dengan menyoroti beberapa poin penting, adalah Pelatihan Pengendalian Massa akan berlangsung setiap hari Sabtu. Persiapan matang ditekankan dalam menghadapi Pemilu 2024 dan pelaksanaan Ops Mantap Brata.
Pelatihan ini tidak hanya berfungsi untuk menghadapi massa, tetapi juga sebagai pengganti kegiatan olahraga. Selain Kesipan Polres Samosir dalam menghadapi massa, Seluruh personel diingatkan untuk terus berdoa demi kelancaran Pemilu 2024. Rencananya, akan ada latihan Sistem Pengamanan Kota dengan simulasi situasi nyata.
“Dengan pelatihan dan persiapan yang komprehensif ini, Polres Samosir menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjaga ketertiban dan menghadapi situasi yang mungkin timbul selama tahapan Pemilu 2024,” terang Kapolres Samosir. D|Red