Curup-Mediadelegasi: Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kabupaten Rejang Lebong menjadi tuan rumah penyelenggaraan bimbingan dan latihan atau workshop Perencanaan Berbasis Data (PBD) SMK se Provinsi Bengkulu.
“Kegiatan workshop PBD dimaksudkan untuk mempermudah pemahaman seluruh unsur terkait penjaminan mutu pendidikan dengan model Perencanaan Berbasis Data atau PBD,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Curup , Inne Kristanti pada acara pembukaan workshop PBD di aula SMKN 1 Rejang Lebong, Rabu (31/08).
Workshop yang digelar Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV), Bidang Mesin dan Teknik Industri (BMTI) Bandung, Jawa Barat tersebut diikuti 15 orang kepala dan perwakilan SMK kabupaten/kota
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Inne yang hadir dalam acara itu mewakili Kepala Dinas dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, menekankan tentang pentingnya kemampuan merancang program kegiatan sekolah yang diawali dari membaca data agar dalam membuat program kegiatan tahunan sekolah benar-benar tepat.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa program kegiatan sekolah yang diawali dari membaca data agar dalam membuat program kegiatan Perencanaan berbasis data adalah tangung jawab sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang tercermin dalam rapor pendidikan
.”Perencanaan berbasis data bertujuan untuk mencapai peningkatan dan perbaikan mutu pendidikan yang berkesinambungan melalui rapor pendidikan,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Kepala SMKN 1 Rejang Lebong Asep Suparman, S.Pi, M.Pd mengucapkan terima kasih kepada BBPPMPV BMTI Bandung dan Dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Bengkulu yang telah menunjuk SMKN 1 Rejang Lebong sebagai tuan rumah penyelengaraan PBD SMK se Bengkulu.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, sehingga SMKN 1 ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan workshop PBD SMK se Provinsi Bengkulu,” ujarnya.
Dalam kegiatan itu, Hendra Widiana selaku narasumber dari BBPPMPV BMTI Bandung, mengemukakan bahwa workshop PBD program dari Kemendikbudristek.
Untuk tingkat SMK se Bengkulu, menurut dia, workshop dan sosialisasi program PBD baru pertama kali digelar dan penyelenggaraan dipusatkan di SMKN 1 Rejang Lebong.
“Kita berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan workshop PBD dengan baik agar selanjutnya bisa melaksanakan pengisian rapor pendidikan di sekolah masing-masing dengan baik dan benar,” tuturnya.
Selanjutnya, Hendra mempresentasikan materi program pengembangan sekolah menengah kejuruan tahun 2022 berlanjut bimbingan pembuatan perencanaan berbasis data. D|.RIb-117












