Prosesnya, kami telah mengajukan usulan permohonan perpanjangan waktu kepada Direktorat Air Minum, akhirnya perpanjangan masa kontrak disetujui masa pemasangan pipanya menjadi Juli 2023. Kendati demikian itu merupakan rampungnya kegiatan pemasangan JDU.
Kendala lainnya adalah cuaca. Apalagi pada bulan di akhir Tahun 2022 lalu musim penghujan. Tanpa bermaksud mengingkari alam. Yang jelas musim penghujan tidak bisa kerja. Menyebabkan waktunya terlambat.
Baik, sudah bagaimana capaian progresnya dan kapan pengerjaan SPAM Regional Mebidang itu rampung?
Informasi kita terima dari lapangan, sekarang progres pengerjaannya sudah mencapai 95 persen. Sisanya dikebut dalam bulan Juli 2023 ini.
Setelah itu akan ada proses-proses lainnya, seperti proses serah terima pengelolaan kepada Pemprov Sumut.
Pada tahun 2020 lalu, Gubernur Edy Rahmayadi menugaskan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi sebagai pengelola sistemnya.
Karena ini SPAM Regional, maka yang mengelolanya nanti Pemerintah di atasnya, adalah Pemrov Sumut, menugaskan Perumda Tirtanadi untuk mengoperasikan sistemnya. Lalu pengelola masing-masing Kota Binjai, Deliserdang dan Medan membayar tarif air curah ke Perumda Tirtanadi.
Kota Medan sebenarnya memerlukan suplay air hampir 6 ribu liter perdetik. Sementara kita lewat SPAM Regional Mebidang nantinya baru mampu kita suplay 700 liter perdetik, jadi masih sangat banyak kekurangannya.