Dalam program tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi, seperti beras, minyak goreng, dan ayam beku. Program ini juga memanfaatkan sistem pembayaran digital untuk meningkatkan efisiensi transaksi.
Bobby menilai program ini cukup efektif dalam menekan potensi kenaikan harga di pasar, khususnya menjelang hari raya. Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Sementara itu, pihak Bank Indonesia menyampaikan bahwa penggunaan sistem pembayaran digital dalam program ini juga bertujuan mendorong masyarakat beralih ke transaksi non-tunai yang lebih praktis dan transparan.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga hingga Idulfitri. Selain itu, masyarakat juga diimbau tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan pembelian berlebihan.
Upaya pengawasan yang dilakukan secara langsung di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, sekaligus memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.









