Cerita Suji, yang mereka lakukan menunggu saat para tentara Belanda lengah atau tertidur. Di saat itulah para Laskar Semut bekerja mencuri peluru dari segala jenis senjata yang dimiliki tentara Belanda.
“Kalau tak dapat pelurunya, selonsongannya pun jadi, karena para laskar saat itu sudah ada yang bisa mengisi dan membuat peluru,” katanya.
Saat ini Suji Hartono menjabat sebagai Bendahara di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Medan. Suji menempati sebuah rumah di kompleks milik LVRI Kota Medan Jalan Masjid, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia.
Deretan sebelas pintu atau rumah di kompleks tersebut, kini hanya tinggal dua orang saja Suji Hartono dan Paizan, veteran umum atau pejuang Laskar rakyat yang masih hidup di komplek tersebut.
Yang lain hanya tinggal anak dan keturunan para veteran. Mereka mendapat tunjangan veteran umum sebesar Rp1.600.000 perbulannya dan merasa cukup dan bersyukur dengan nilai tunjangan tersebut.
Di akhir cerita Suji berpesan utuk generasi milenial sekarang, agar berperan mengisi kemerdekaan. “Bantulah rakyat yang susah jangan malah menyusahkan, hindari menggunakan narkoba dan perbuatan yang tak baik,” katanya. D|Med-54