Suji Hartono, ‘Laskar Semut’ Pengumpul Peluru Belanda

Jumat, 14 Agustus 2020 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suji Hartono bersama Faizan ketika disambangi Tim Mediadelegasi, belum lama ini. Foto: D|medan|gustian

Suji Hartono bersama Faizan ketika disambangi Tim Mediadelegasi, belum lama ini. Foto: D|medan|gustian

Medan-Mediadelegasi: Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia selalu memperingatinya. Mulai dari lingkungan bahkan lorong pemukiman masyarakat, warga kerap semangat dan antusias memperingati hari kemerdekaan itu.

Jelang HUT Kemerdekaan,  biasanya kita baru ingat kepada para pejuang kemerdekaan.  Baru ingat bahwa negara ini tidak akan merdeka dan kita pun tidak akan bebas menghirup udara kemerdekaan tanpa perjuangan, pengorbanan para pejuang atau laskar yang dengan segala kekurangan baik persenjataan dan lain lain.

Dengan tekad membaja, kekuatan dan keteguhan hati para pejuang atau laskar rakyat Indonesia, maju ke medan pertempuran.

Adalah Suji Hartono, 83 yang saat itu pada tahun 1947 terjadi gencatan senjata.  Suji masih bocah berumur 9 tahun dan teman teman seusianya ikut bergabung bersama laskar rakyat yang dipimpin Nip Karim di Medan.

BACA JUGA:  Kasus Penganiayaan Nakes RS Bandung Berakhir Damai

“Saat gencatan senjata pada waktu itu, kita ditipu, sejata kita dilucuti tapi senjata Belanda tidak,” tutur Suji yang tahun 1956 mengikuti pendidikan dan latihan ketentaraan/TNI di Pematangsiantar.

Terkait dengan Laskar Semut, Suji yang ditemui Tim Mediadelegasi belum lama ini bercerita lebih jauh bahwa kerjaan yang dilakukannya bersama empat orang teman sebayanya, berjualan kue di markas atau pos-pos penjagaan Tentara Belanda.

Cerita Suji, yang mereka lakukan menunggu saat para tentara Belanda lengah atau tertidur. Di saat itulah para Laskar Semut bekerja mencuri peluru dari segala jenis senjata yang dimiliki tentara Belanda.

“Kalau tak dapat pelurunya, selonsongannya pun jadi, karena para laskar saat itu sudah ada yang bisa mengisi dan membuat peluru,” katanya.

BACA JUGA:  Sumut Memanas: Ribuan Massa Kepung Kantor Gubernur, Desak Pemerintah Berpihak pada Rakyat Adat

Saat ini Suji Hartono menjabat sebagai Bendahara di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Medan.  Suji menempati sebuah rumah di kompleks milik LVRI Kota Medan Jalan Masjid, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia.

Deretan sebelas pintu atau rumah di kompleks tersebut, kini hanya tinggal dua orang saja Suji Hartono dan Paizan, veteran umum atau pejuang Laskar rakyat yang masih hidup di komplek tersebut.

Yang lain hanya tinggal anak dan keturunan para veteran.  Mereka mendapat tunjangan veteran umum sebesar Rp1.600.000 perbulannya dan merasa cukup dan bersyukur dengan nilai tunjangan tersebut.

Di akhir cerita Suji berpesan utuk generasi milenial sekarang, agar berperan mengisi kemerdekaan. “Bantulah rakyat yang susah jangan malah menyusahkan, hindari menggunakan narkoba dan perbuatan yang tak baik,” katanya. D|Med-54

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat
Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan
Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB