Taiwan Deteksi Balon Udara China di Perairan Barat Laut, Tuding Sebagai Bagian dari Tekanan Militer

- Penulis

Senin, 25 November 2024 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taipei, Media Delegasi – Taiwan melaporkan keberadaan balon udara milik China yang melintas di atas perairan barat laut wilayahnya. Ini menjadi insiden pertama dalam enam bulan terakhir sejak April lalu, ketika Taiwan menyebut kejadian serupa sebagai bagian dari “tekanan sistematis” oleh Beijing terhadap kedaulatannya.

China tetap bersikukuh mengklaim Taiwan—yang memiliki sistem pemerintahan demokratis—sebagai bagian dari wilayahnya, dan tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan kekuatan demi menyatukan pulau itu di masa mendatang.

 

Dalam beberapa bulan terakhir, Beijing kerap mengerahkan jet tempur, drone, dan kapal perang di sekitar wilayah Taiwan. Kadang-kadang, balon udara turut digunakan untuk mempertegas tekanan militer.

Menurut laporan terbaru Kementerian Pertahanan Taiwan, yang dikutip dari AFP pada Senin (25/11/2024), balon udara China terdeteksi pada Minggu (24/11) malam di wilayah barat laut Kota Keelung pada ketinggian 33.000 kaki (10.058 meter). Posisi balon itu berada 111 kilometer di utara pelabuhan Keelung, di Taiwan bagian utara.

BACA JUGA:  All-Indonesian Final di Taipei Open 2025, Jafar/Felisha Tantang Dejan/Siti Fadia

 

Laporan harian yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa meski balon udara tersebut tidak memasuki wilayah kedaulatan Taipei, balon itu sempat memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan sebelum menghilang pukul 20.15 waktu setempat.

Selain balon udara tersebut, Taiwan juga mencatat keberadaan 12 pesawat militer dan tujuh kapal perang China di sekitar wilayahnya dalam 24 jam terakhir hingga Senin pagi (25/11).

 

Kementerian Pertahanan China belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan ini.

Sebelumnya, pada Januari lalu, saat pemilihan presiden Taiwan, Beijing juga diduga mengirimkan balon udara yang melintasi perairan sensitif di antara Taiwan dan China. Taipei menilai balon-balon tersebut sebagai bagian dari “tekanan zona abu-abu,” sebuah strategi yang tidak langsung dikategorikan sebagai aksi militer.

BACA JUGA:  All-Indonesian Final di Taipei Open 2025, Jafar/Felisha Tantang Dejan/Siti Fadia

Taiwan terus menolak klaim kedaulatan China, menegaskan bahwa masa depan pulau tersebut hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

All-Indonesian Final di Taipei Open 2025, Jafar/Felisha Tantang Dejan/Siti Fadia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Mei 2025 - 15:12 WIB

All-Indonesian Final di Taipei Open 2025, Jafar/Felisha Tantang Dejan/Siti Fadia

Senin, 25 November 2024 - 13:56 WIB

Taiwan Deteksi Balon Udara China di Perairan Barat Laut, Tuding Sebagai Bagian dari Tekanan Militer

Berita Terbaru