Dengan nada lantang Pernando juga mengultimatum Kadis Kesehatan dengan mengatakan ” paling lambat satu Minggu waktunya Bindes itu harus dipindahkan dari desa Tamba Dolok, sebab 57 Kepala Keluarga (KK) kami tidak nyaman lagi berobat ke Bindes itu” tandasnya.
Sedangkan Sekretaris dinas kesehatan, Efi Sitanggang yang sempat berdebat dengan warga dimaksud, kepada warga mengatakan “apa tidak bisa berdamai lagi?” katanya.
Pertanyaan Efi itu langsung dijawab oleh Fernando Rajagukguk, pokoknya Bidan PS itu harus dipindahkan dari desa kami, bagaimana jika ada keluarga kami yang sakit, kan tidak nyaman lagi kami berobat ke Bindes itu, tandasnya.
Bukan hanya itu, Pernando juga mengatakan bahwa Bidan PS itu sejak kami datangi kantor Dinkes ini pertama pada bulan Juni lalu, bidan itu melaporkan kami sebanyak 17 orang ke Polres Samosir dengan tuduhan kepada kami melakukan penghinaan kepada bidan PS, ujarnya.
Apakah kami tidak bisa komplin ke dinas kesehatan mengenai pelayanan bidan yang kurang baik di desa kami? Bahkan bidan PS juga mengumpulkan tanda tangan warga lainnya supaya dia tetap di desa kami, kelakarnya.
“Sehingga bidan PS tersebut sudah memprovokasi warga desa Tamba Dolok” terangnya.
Juga salah seorang warga lainnya, Op. Bela Br. Bintang menjelaskan bahwa Bidan PS itu memutus jaringan pipa karena bidan itu memelihara ternak babi. Memang kandang tenaknya itu sudah dibongkar sekarang, ungkapnya.
Sebelumnya pada Kamis (20/6/2024) lalu warga Desa Tamba Dolok sudah pernah seruduk kantor Dinkes Pemkab Samosir.