KMDT Siapkan Studi Kelayakan Pendirian Universitas Danau Toba Berkonsep Global

Jumat, 23 Agustus 2024 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung (kiri) saat memimpin rapat perdana pembahasan usulan pendirian universitas negeri di kawasan Danau Toba, di Medan, Kamis (22/8). Foto: Yudis

Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung (kiri) saat memimpin rapat perdana pembahasan usulan pendirian universitas negeri di kawasan Danau Toba, di Medan, Kamis (22/8). Foto: Yudis

Medan-Mediadelegasi:  Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) bersama sejumlah akademisi yang tergabung dalam  Tim Kajian Akademik saat ini sedang menyiapkan draft dokumen  studi kelayakan pendirian universitas negeri  berkonsep global di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

“Tim akademik yang dibentuk KMDT secara serius dan terprogram segera menyusun kajian akademis dan studi kelayakan pendirian universitas negeri berkonsep global di kawasan Danau Toba,” kata Ketua Umum DPP KMDT Edison Manurung sesuai rapat  persiapan rencana pendirian universitas negeri Danau Toba, di Medan, Kamis (22/8) malam.

Rapat perdana tersebut turut  dihadiri jajaran Tim Dewan Pakar KMDT yang diketuai oleh Guru Besar Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, dan  kalangan akademisi, diantaranya Prof. Dr. rer. nat. Binari Manurung, M.Si, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, M.Si, Dr. Sakhyan Asmara MSP dan Dr. Drs. Tunggul Sihombing, MA.

Dalam forum rapat yang juga diikuti secara daring oleh para akademisi, tokoh masyarakat  dan jajaran pengurus KMDT se Indonesia itu Edison menjelaskan, dokumen hasil kajian akademis dan studi kelayakan mendalam tentang pendirian perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut akan menjadi bahan rekomendasi KMDT untuk disampaikan kepada Presiden RI Jokowi dan pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Kita rencanakan seluruh tahapan studi kelayakan atau feasibility study selesai paling lambat sebelum pertengahan Oktober 2024,” ucap mantan Staf Ahli Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI itu.

Pihaknya meyakini keberadaan universitas  negeri  berkonsep global di kawasan Danau Toba kelak akan dapat berkontribusi besar meningkatkan pembangunan manusia dan geliat ekonomi secara signifikan di salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP)  yang dikelilingi tujuh kabupaten tersebut.

BACA JUGA:  KMDT Ajak Masyarakat se-Kawasan Danau Toba Semarakkan Aquabike 2023

Ia pun menekankan bahwa peran perguruan tinggi, khususnya PTN berkonsep global penting didirikan di kawasan Danau Toba,  dalam rangka mewujudkan  visi Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan itu, Ketua Tim Akademik KMDT untuk  Pendirian Universitas Negeri di Kawasan Danau Toba Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, mengemukakan, proses pendirian PTN yang diusulkan oleh KMDT tersebut akan mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pencabutan Izin Perguruan Tinggi Swasta

“Sebelum merealisasikan rencana tersebut tentunya perlu terlebih dahulu dilakukan studi kelayakan agar sesuai harapan,” ujar mantan pejabat Eselon I Kemendikbud itu.

Disebutkannya, format studi kelayakan pendirian perguruan tinggi tersebut harus mengacu kepada Permendikbud Nomor 7 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah lainnya.

Pernyataan hampir senada juga disampaikan Guru Besar Unimed Prof. Dr. rer. nat. Binari Manurung, M.S yang juga Ketua DPD KMDT Provinsi Sumut.

“Usulan pendirian universitas negeri di kawasan Danau Toba tentunya terlebih dahulu harus memperhatikan berbagai hal seperti jumlah penduduk atau ada tidaknya universitas negeri lain di wilayah itu dan mempertimbangkan masukan dari berbagai kalangan maupun para tokoh masyarakat setempat,” ucap dia.

Menurutnya, usulan pendirian PTN baru kepada pemerintah perlu dibarengi dengan  hasil studi kelayakan, kemudian dokumentasi yang bisa dipublikasikan dengan meminta masukan masyarakat.

Diakuinya, peran pers sangat strategis dalam mewujudkan percepatan pendirian universitas negeri Danau Toba.

Binari juga menyarankan agar di dalam dokumen studi kelayakan turut dimuat rancangan pendirian pembangunan kampus pusat  dengan gedung  fakultas yang berada di lokasi berbeda yang disesuaikan dengan potensi sumber daya  di masing-masing kabupaten yang mengelilingi Danau Toba.

BACA JUGA:  Polda Sumut, Kodam I/BB, dan Pemprovsu Apel Gelar Pasukan Pengamanan Idul Fitri

Sementara itu, anggota Tim Akademik KMDT untuk  Pendirian Universitas Negeri di Kawasan Danau Toba lainnya yakni Dr. Sakhyan Asmara MSP, menilai usulan KMDT tentang pendirian universitas negeri berkonsep global di kawasan Danau Toba sebuah langkah tepat, karena di wilayah tersebut belum ada didirikan PTN.

Ia berharap keberadaan universitas negeri Danau Toba dengan konsep global nantinya benar-benar mampu menjaring mahasiswa dengan latar belakang budaya yang berbeda saling berinteraksi dan bertukar ilmu serta menguatkan semangat kebhinnekaan.

“Kita ingin universitas negeri di kawasan. Danau Toba tersebut bukan hanya milik penduduk sekitar,  melainkan milik masyarakat Sumatera Utara, bahkan nasional dan internasional,” tuturnya.

Perguruan tinggi juga harus menyiapkan layanan yang baik, kata Sakhyan, sehingga nanti bisa menghasilkan lulusan yang unggul dan menjadi bagian dari masyarakat berpengetahuan.

Dalam konteks pendirian universitas negeri di kawasan Danau Toba, dosen Fisip Universitas Sumatera Utara Dr. Drs. Tunggul Sihombing, MA, menilai usulan pendirian PTN di kawasan Danau Toba sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terutama sektor pendidikan tinggi agar kualitas SDM daerah itu lebih baik.

Jika usulan KMDT tentang pendirian universitas negeri Danau Toba kelak direalisasi pemerintah, menurut dia,  kurikulum-kurikulum di PTN tesebut harus merespons dan adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi yang sangat cepat dan dinamis.

“Kita perlu saling berkolaborasi mendorong pembentukan sumber daya manusia  yang cakap digital untuk menciptakan generasi unggul dan emas dalam menguasai dunia baru ini, termasuk di kawasan Danau Toba,” katanya. D/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Wali Kota Medan Rico Waas Tutup Mulut soal Fee 15% di Dinas Perkim, Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan
Mahasiswa JMI Unjuk Rasa di Medan, Desak Usut Dugaan Monopoli Proyek & Fee 18–25 Persen di Dinas Perkim
JPU Kejari Belawan Ajukan Banding, Pasal Putusan Korupsi Pengadaan Kapal Tak Sesuai Tuntutan
Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari
Target Besar, Pengadaan Miliaran: Tata Kelola Parkir Medan Diuji Transparansi
Sekretaris Dinas Peternakan Labuhanbatu Ditangkap, Tipu Pengusaha Lewat Proyek Laptop Fiktif Rp183 Juta
Ketua MMTK Sumatera Utara Siap Jalan Kaki ke Jakarta, Bawa Isu Dugaan KKN di RSUD dr. Pirngadi Medan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Wali Kota Medan Rico Waas Tutup Mulut soal Fee 15% di Dinas Perkim, Praktisi Hukum Desak KPK Turun Tangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Mahasiswa JMI Unjuk Rasa di Medan, Desak Usut Dugaan Monopoli Proyek & Fee 18–25 Persen di Dinas Perkim

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:48 WIB

JPU Kejari Belawan Ajukan Banding, Pasal Putusan Korupsi Pengadaan Kapal Tak Sesuai Tuntutan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:15 WIB

Maruli Siahaan Ajak Warga Medan Jadikan Nilai HAM sebagai Budaya Sehari-hari

Berita Terbaru