Samosir-Mediadelegasi: Peran Tim Bupati Percepatan Pembangunan (TBPP) yang dahulunya bernama staf khusus bupati, ternyata memilik peran penting dalam penentuan jabatan di Pemerintahan Kabupaten Samosir.
Karena, Baperjakat yang sudah diganti dengan sebutan Tim Bupati Percepatan Pembangunan atau Tim Penilai kinerja itu, tidak cukup untuk memastikan sejumlah eselon ll dan eselon lll yang sudah, dan akan menduduki jabatan dikepemimpinan Vandiko Martua itu, sehingga dibutuhkan opsi opsi lain.
“Kalau baperjakat namanya sekarang bukan baperjakat lagi, namanya sekarang tim penilai kinerja,” kata Mangindar Simbolon salah satu Tim Bupati Percepatan Pembangunan di Pangururan pada, Jumat (7/1/2022) kemarin.
Mangindar menjelaskan tentang keterlibatan kelima personil tim bupati percepatan pembangunan, dalam pengisian jabatan di beberapa OPD pemkab Samosir.
“Kami tidak campur substansi, tidak, kami campur dari kebijakan, kenapa belum dimulai? Lalu kami bikin nota dinas kepada pak bupati, yakan! Untuk mengejar ini, mengejar persiapan APBD 2022, maka perlu melantik eselon lll nya, sebahagian Desember kan,” kata Mangindar.
Lebih lanjut dia menjelaskan tentang bagaimana kinerja tim bupati percepatan pembangunan itu selain Assesment.
“Memang assesment sudah ada ya kan, tapi kan, itu hanyalah salah satu dasar penilaian, nah kita doronglah, kita diskusi dengan teman teman, ini berapa lama ini, harus mengejar misalnya, supaya bisa pelantikan minggu terakhir Desember, maka saya masih ingat, kita harapkan dari tanggal 8 Desember tim penilai kinerja harus sudah mulai bekerja, hasilnya diberikan kepada bupati dan wakil bupati, kan gitu kan,” jelasnya.
Tentang keterbukaan hasil assesment yang ramai diperbincangkan dikalangan masyarakat, menurutnya itu tidak harus dipublikasikan.
“Jadi gini, assessment itu sebenarnya adalah rahasia pimpinan, saya pernah lakukan assessment itu internal, kita gak boleh mempermalukan orang,” harapnya.
Selain Assesment, Tim penilai kinerja, Tim Bupati percepatan pembangunan, ternyata penempatan para pejabat dipemkab Samosir dipengaruhi oleh berbagai sektor.
“Assessment itu k an, ada beberapa unsur didalam, kan gitu kan, nah, dan menempatkan seseorang dijabatan itu tidak hanya assesment, ada faktor lain.Bisa saja nanti nilai assesmentnya bagus bidang ini, tapi dibidang lain dia tidak bagus, misalnya kepemimpinan, leadersipnya, trush, kepercayaan pimpinan, maka itu dianggap rahasia pimpinan, tak perlu dipublish,” katanya.
Mangindar Simbolon juga menyarankan kepada Bupati dan Wakil Bupati Samosir tentang pengalamanya menempatkan pejabat sewaktu ia menjabat sebagai Bupati Samosir selama dua periode.
“Kalau saya dulu, dan saya sarankan juga bupati dan wakil bupati sekarang, itu adalah resultante, ada assesment, ada dari tim penilai kinerja, baperjakat, bahkan ada masukan dari masyarakat,” ungkapnya.
Menanggapi tentang berbagai protes tentang pelantikan eselon ll dan lll yang sudah digelar pada bulan desember Tahun lalu, Mangindar mengangga itu hal yang lumrah.
“Apalagi kondisi sekarang jabatan struktural berkurang, tapi calon bertambah, karena tidak hanya eselon lll itu yang berkeinginan disitu, yang dari bawah tadinya yang kepala seksi kepala seksi, sudah memenuhi syarat berkeinginan kan. itulah prerogatif bupati dan wakil bupati,” tandasnya.
Sebelumnya Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom sudahbmelantik beberapa pejabat eselon ll dan III dijajaran Pemkab Samosir, yang digelar di Aula Kantor Bupati Samosir, pada Desembet Tahun lalu.(D|Sam-59)






