Medan-Mediadelegasi : PT Toba Pulp Lestari (TPL) telah memberikan respons terhadap rekomendasi yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, terkait penutupan operasional perusahaan. Rekomendasi ini muncul sebagai tanggapan terhadap konflik agraria yang berkepanjangan antara TPL dan masyarakat adat di Buntu Panaturan, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
Corporate Secretary TPL, Anwar Lawden, menjelaskan bahwa rekomendasi penutupan tersebut disampaikan oleh Gubernur Bobby setelah adanya aksi unjuk rasa dari masyarakat sekitar. Aksi unjuk rasa ini menjadi salah satu faktor yang mendorong Bobby Nasution untuk mengeluarkan rekomendasi tersebut.
Menurut Anwar, rencana rekomendasi ini muncul setelah aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Sekretariat Bersama Gerakan Ekumenis (Keadilan Ekologi Sumatera Utara) pada tanggal 10 November 2025. Aksi tersebut dipimpin oleh sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Pastor W. Sitanggang, Pdt Amin Amir Zaitun Sihite, Delima Silalahi, dan Jhontoni Tarihoran.
Gubernur Bobby menyampaikan rekomendasi tersebut setelah mengadakan pertemuan dengan Sekretariat Bersama Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatra Utara. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Gubernur Sumut pada hari Senin, 24 November.
Meskipun demikian, pihak perseroan menyatakan bahwa mereka belum menerima surat resmi terkait rekomendasi tersebut dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. Hal ini menimbulkan ketidakpastian mengenai status rekomendasi tersebut.
Anwar menambahkan bahwa perseroan belum menerima salinan rekomendasi tersebut karena masih berupa rencana yang akan disusun setelah Gubernur menyelesaikan proses evaluasi operasional TPL di berbagai kabupaten tempat perusahaan beroperasi. Proses evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak operasional TPL.
Selain itu, perseroan juga mengaku belum mengetahui secara pasti ruang lingkup rekomendasi penutupan tersebut, apakah mencakup seluruh kegiatan usaha atau hanya sebagian. Ketidakjelasan ini menambah kompleksitas situasi yang dihadapi oleh TPL.
Namun, TPL telah berupaya untuk menjalin dialog langsung dengan Gubernur Bobby Nasution guna membahas masalah ini lebih lanjut. Dialog ini diharapkan dapat membuka jalan bagi solusi yang konstruktif dan berkelanjutan.






