TRC Satukan Persepsi Kuatkan Tekad Membangun KDT

TRC Satukan Persepsi Kuatkan Tekad Membangun KDT
Salah satu sudut pemandangan Danau Toba dari kaki Pusuk Buhit, Samosir. Foto:D|medan|nanda kr

Dr Endra Joelianto dari Teknik Fisika ITB menyampaikan saatnya TRC merangkum ide. “Ide itu yang mahal, kalau dana untuk mendukung realisasi ide tidak terlalu sulit,” katanya.

Karenanya Arjon Turnip mengharapkan kepada pengurus dan anggota APP pada pertemuan berikutnya sudah harus menggondol ide ke dalam forum pertemuan. “Silakan bertukarpikiran dan mengajukan ide dalam group WA TRC yang segera kita share,” kata Arjon yang sekaligus bertindak sebagai pembicara merangkap host zoom virtual itu.

Ir Mandalasah Turnip SH selaku putra Samosir justru mengemukakan pendapat sangat sederhana. Menurut dia, setiap program harus fokus dan bertahap. “Jangan mengambang, apa yang menjadi target jangka pendek tahun ini. Apa yang menjadi prioritas, ttu dulu direalisasikan,” usulnya.

Bacaan Lainnya

Dia mencontohkan diskusi kecilnya dengan Bupati Samosir Rapidin Simbolon belum lama ini di Rumah Dinas Bupati Samosir. Mendesak untuk membangun irigasi dari sumber air pegunungan guna mengatasi kesulitan air di musim kemarau untuk kebutuhan mendasar pertanian.

“Namun usulnya ditanggapi dingin oleh Rapidin Simbolon dengan alasan keterbatasan dana,” kata Mandalasah seraya mengutip ungkapan Tualar pada virtual zoom itu bahwa persoalan dana bisa dicarikan solusinya, jika idenya sudah tepat.

Daulat Saragih mengungkapkan, perubahan KDT dari masa ke masa. “Ada peta danau toba di jaman Belanda milik teman saya, begitu luasnya Danau Toba masa itu, kini bangunan telah menempati bibir pantai. Penimbunan bibir pantai menyebabkan Danau menyempit, daratan meluas,” ujarnya.

Menurut dia, rencana penanaman pohon juga memerlukan pengkajian yang matang. “Jangan sampai ikut mengurangi luas Danau Toba,” ujarnya.

Ujung virtual zoom, Arjon Turnip kembali berharap peserta virtual zoom bisa lebih banyak lagi, sehingga beragam masukan dan ide yang telah ditampung sebelumnya dapat dirumuskan lebih teknis.

Virtual Zoom turut diikuti 32 participan termasuk tokoh APP Prof Dr Tualar Simarmata, Irfan Benget Simarmata, Arjon Turnip dan lain-lain. D|Red-04

Pos terkait