Samosir-Mediadelegasi: Tenunan Ulos dan andaliman adalah produk yang berpeluang untuk dipasarkan di luar negeri. Hal itu disampaikan, Tomy Butarbutar selaku Koordinator Fungsi satu yang menangani negara Argentina, Uruguay, Paraguay dan Brazil di Kementerian luar negeri, mengatakan bahwa ‘Ulos’ adalah produk yang berpeluang untuk dipasarkan di luar negri.
Hal itu dikatakanya kepada wartawan, pada acara kunjungan kerja Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementrian Luar Negri Republik Indonesia, melalui kegiatan promosi forum bisnis INA-LAC 2022 dan sosialisasi pemanfaatan platform INA-Access di wilayah Sumatera Utara. di Kantor Bupati Samosir. Rabu (18/5/2022).
“Kalau bagi saya, pasti yang menarik itu ‘Ulos’. Cuma mungkin, kita harus membuat suatu narasi, bahwa ulos ini dibuat oleh siapa, dan yang paling penting adalah kenapa kita harus menjual ulos ini kepada orang asing,” ujarnya.
Namun menurut Tomy, bagaimana supaya meningkatakn harga jual, mereka akan membuat narasi, tentang bahanya yang alami, pewarnanya alami, kemudian membuatnya berapa lama, yang membuatnya, dan dibuatnya di desa apa.
Selain Ulos, menurut Tomy, sumber daya alam yang berpeluang lolos ke pasar internasional adalah Amdaliman, karena tidak mudah didapatkan dimana mana, dan fungsinya untuk makanan-makanan khas tradisional Batak.
“Ketika sudah mencicipi makanan lokal, tentunya promosi makanan kuliner Indonesia akan sangat lebih mudah di luar negri, permintaan akan produk-produk Indonesia akan semakin besar. Contohnya Andaliman, ketika mereka disini sudah mencoba Naniura enak, maka mereka akan mencari tau bahan bakunya apa. tentunya kita akan ada permintaan, dan tentunya menjualnya dengan harga yang tinggi,” jelasnya.
Menurut Tomy, kegiatan ini juga bertujuan untuk berbagi pengalaman dan masukan mengenai, metode ataupun teknik pengembangan pariwisata yang telah dilakukan oleh negara-negara mitra.