Unesco Tentukan Nasib Geopark Kaldera Toba September Ini

Unesco Tentukan Nasib Geopark Kaldera Toba September Ini
Tim Unesco didampingi Tim Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara dalam mewakili Ketua Umum BP Toba Caldera Unesco Global Geopark dipimpin Maike Ritonga SH MAP bersama Geosain tis Ir Jonathan dan TIM BP Geopark Kaldera Toba ke kawasan Danau Toba melakukan advisory mission berfoto bersama di halaman gedung pusat informasi Geopark Kaldera Toba di Sigulatti, Minggu (12/3). Foto: D|humas pemkab samosir

Medan-Mediadelegasi: Revalidasi (penilaian ulang) status  Geopark Kaldera Toba dalam keanggotaan di Unesco Global Geopark (UGGp) dijadwalkan Juli 2023 mendatang.

Hal ini dibenarkan Dr Wilmar Eliaser Simandjorang, Koordinator Bidang Edukasi dan Penelitian Pengembangan Badan Pengelola (BP) Geopark Kaldera Toba kepada Mediadelegasi, Senin (13/3), di Medan.

Jelang revalidasi itu, kata Wilmar, dalam kunjungan Tim Unesco yang terdiri dari Prof Ibrahim Komoo, Vice President Global Geopark Network Unesco, Prof Norzaini Azman dan Ir Hanang Samodra MSc yang didampingi Tim Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara dalam mewakili Ketua Umum BP Toba Caldera Unesco Global Geopark dipimpin Maike Ritonga SH MAP bersama Geosain tis  Ir Jonathan dan TIM BP Geopark Kaldera Toba ke kawasan Danau Toba melakukan advisory mission (misi pernasihatan) sebagai pembekalan.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Wilmar Bisnis Indonesia Gelar Seminar, Bahas Nasib Danau Toba

Menurutnya, dalam penetapan sebagai anggota UGGp pada 10 Juli 2023 itu Unesco memberi enam rekomendasi penugasan untuk dilaksanakan dan akan dinilai ulang statusnya sebagai UGGp setelah empat tahun pada tahun 2024 yang penilaian lapangan dilakukan ke 16 Geosite  kawasan Danau Toba  pada akhir  bulan Juli 2023 dan jika persyaratan dipenuhi maka penetapan statusnya diperpanjang empat tahun lagi sampai tahun 2028.

“Mendapat green card atau dihentikan statusnya sebagai anggota UGGp alias mendapat kartu merah, akan ditentukan pada sidang global Geopark Unesco di Maroko September 2023,” ujarnya lebih lanjut.

Geopark Global Unesco, katanya, adalah wadah dalam lingkup internasional atau global dalam menjaga kelestarian bumi dilakukan 177 anggotanya yang tersebar di 46 negara di dunia termasuk Geopark Kaldera Toba Unesco.

Geopark Kaldera Toba ditetapkan sebagai anggota geopark global Unesco pada 10 Juli 2020 setelah berupaya selama delapan tahun, sejak tahun 2012.

Berbasis Kebumian

Menurut Wilmar, upaya pelestarian bumi itu dilakukan melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat setempat tentang kebumian, kebudayaan dan keragaman hayati yang terdapat di lingkup kawasan geopark, melalui kegiatan konservasi serta melalui kegiatan pembangkitan, pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masayarakat setempat secara berkelanjutan melalui pariwisata berbasis kebumian atau geowisata (geotourism).

Pos terkait