Wabup Samosir Resmikan Museum Pusaka Batak Toba, Serahkan Dukungan Rp. 50 Juta

Wabup Samosir Resmikan Museum Pusaka Batak Toba, Serahkan Dukungan Rp. 50 Juta.(Foto:Ist)

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Mikhael Pangururan, Elio Sihombing, berharap adanya perhatian pemerintah dalam penataan kawasan museum agar benar-benar menjadi tempat pendalaman budaya dan iman bagi masyarakat.

Direktur Yayasan Pusaka Batak Toba, Pastor Theodorus Sitinjak, menegaskan bahwa museum tersebut terbuka untuk umum.

“Museum ini bukan hanya milik umat Katolik, tetapi terbuka untuk semua,” ujarnya.

Ia menjelaskan museum tersebut dikonsep dengan area parkir luas serta ruang terbuka hijau. Ke depan, pihak yayasan berencana menjalin kerja sama dengan dinas pariwisata dan kebudayaan serta dinas pendidikan.

“Kami berharap seluruh pelajar di Samosir dapat berkunjung ke sini sehingga museum ini benar-benar menjadi pusat studi budaya bagi generasi muda,” jelasnya.

Ia juga berharap Pemkab Samosir dapat menggelar berbagai event budaya di lokasi museum.“Kami ingin membantu pemerintah. Semoga museum ini membawa sukacita dan kegembiraan, sehingga Samosir sebagai kepingan surga semakin berjaya,” ucapnya.

Minister Provinsial Ordo Kapusin Medan, Pastor Yasafat Ivo Sinaga, mengatakan museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak, melainkan ruang untuk memahami sejarah pembentukan manusia.

“Di dalam artefak terdapat budaya yang melahirkan kemanusiaan.

Gereja mencintai budaya dan tidak pernah bercita-cita menghancurkan budaya. Kami tidak hanya mendirikan gereja, tetapi juga membentuk kemanusiaan,” katanya.

Ia mengajak masyarakat Samosir untuk kembali melihat masa lalu sebagai pijakan membentuk manusia di masa depan.
“Manusia tidak bisa lepas dari budaya. Jika lepas, maka hilanglah identitas kemanusiaannya. Orang Batak bisa eksis karena memelihara budayanya,” pungkasnya.

Menurutnya, hingga saat ini Ordo Kapusin telah mendirikan dua museum budaya, masing-masing di Karo dan Samosir.
“Kami tidak sanggup berdiri sendiri dan tetap berharap dukungan masyarakat serta pemerintah.

Museum ini adalah tempat belajar tentang budaya, karena kami mencintai kehidupan dan budaya,” tutupnya.D|Red

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Pos terkait