Wagub Sumut Kunjungi Rumah Singgah Penderita Kanker di Aek Nauli

- Penulis

Minggu, 2 Agustus 2020 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Sumut Musa Rajekshah mengunjungi Rumah Singgah Peduli Kanker di Komplek BP2LHK Aek Nauli, Simalungun. Foto:D|Ist

Wagub Sumut Musa Rajekshah mengunjungi Rumah Singgah Peduli Kanker di Komplek BP2LHK Aek Nauli, Simalungun. Foto:D|Ist

Simalungun-Mediadelegasi: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengapresiasi kehadiran Rumah Singgah Peduli Kanker yang ada di Komplek Badan Penelitan dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, Kabupaten Simalungun. Dia mengharapkan dapat terus membantu pengobatan para penderita kanker di daerah ini.

Rumah singgah kanker ini baru saja dibuka pada awal tahun lalu, namun karena pandemi Covid-19, untuk sementara belum beroperasi secara efektif. Selain menyediakan terapi alami untuk para penderita kanker, rumah singgah ini juga menyediakan pengobatan secara elektronik. Istimewanya, alat yang dipakai untuk terapi tersebut adalah asli buatan anak bangsa.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu jalan untuk menyembuhkan pasien-pasien kanker dengan penyembuhan yang efektif dan bisa membantu menyembuhkan penyakit kanker yang ada di Sumatera Utara,” jelas Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck, saat berkunjung ke BP2LHK, Sabtu kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, Ijeck disambut Ahmad Dany, Peneliti dari BP2LHK. Dirinya mendapat penjelasan bagaimana sistematika terapi dilakukan dengan menggunakan alat berupa rompi dan selimut yang dialiri arus listrik.

BACA JUGA:  Rem Blong, Truk Tabrak 6 Mobil, 5 Sepmor dan Tewaskan 5 Orang

Rumah Singgah Peduli Kanker ini adalah kerja sama dari Badan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Edwar Technology yang berasal dari Serpong, Tangerang.

Terapi kanker ini menggunakan alat yang dikembangkan oleh Dr Warsito yang intinya mengganggu perkembangan sel kanker dengan adanya arus listrik, sehingga perkembangannya bisa diminimalisir dan akhirnya dia (sel kankernya) bisa mati.

Dalam proses terapi tersebut, dijelaskan Dany, tubuh penderita dibalut dengan selimut, rompi atau pembalut kepala yang dialiri arus listrik sehingga terapi ini bisa dilakukan bagi penderita kanker apapun.

“Jadi mudah-mudahan dengan selimut bisa menutupi seluruh tubuh, jadi terapi bisa dilakukan untuk semua jenis kanker yang ada di tubuh,” ujar Dany.

Ditambahkannya, proses untuk satu kali terapi kanker ini memakan waktu sekitar enam jam. Sehingga terapi bisa dilakukan dari pagi sampai siang atau dari siang sampai sore hari.

BACA JUGA:  Bupati Simalungun Optimalkan Dana Desa untuk Turunkan Stunting

Disampaikan juga, Rumah Singgah Peduli Kanker ini diperuntukan bagi masyarakat Sumut yang menderita penyakit kanker. Untuk sekali terapi, kata Dany, biaya yang dikenakan mulai dari Rp250.000.

Namun, Dany mengakui bahwa saat ini belum beroperasi secara penuh dikarenakan pandemi Covid-19. Dirinya pun masih menunggu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kembali membuka Rumah Singgah Peduli Kanker ini. Jika sudah mengantongi izin, Rumah Singgah Peduli Kanker Aek Nauli akan segera dibuka bagi masyarakat.

“Ini baru mulai sekitar bulan Maret, soft launching. Tapi karena kebetulan ada pandemi ini sementara dihentikan. Kalau memang sudah ada izin dari Kementerian untuk membuka lagi, segera akan kita buka kembali untuk masyarakat,” jelas Dany.

Turut hadir dalam kunjungan di antaranya Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Effendy Pohan dan Komisaris PTPN IV Arief Budiono. D|Med-54

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaksanaan Ibadah ASN Pemkab Simalungun: Perbedaan Keyakinan Tidak Menjadi Pemisah
Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika
Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus
Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin
Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA Siantar Express 
Hari Terakhir Gerbang Tol Simpang Panei Gratis,Diserbu Wisatawan Menuju Danau Toba Arus Lancar Terkendali
Pelabuhan Tigaras Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Penumpang ke Samosir
Natal Berdarah di Simalungun, Empat Orang Ditembak
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:21 WIB

Pelaksanaan Ibadah ASN Pemkab Simalungun: Perbedaan Keyakinan Tidak Menjadi Pemisah

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:34 WIB

Kecelakaan Tragis Parapat Renggut Tiga Nyawa Seketika

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:47 WIB

Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih: Pemkab Simalungun Adakan Rakor Khusus

Jumat, 23 Januari 2026 - 07:34 WIB

Bupati Simalungun Resmikan SPPG Makan Bergizi Gratis ala Delphi: Standar Tinggi Dijamin

Selasa, 20 Januari 2026 - 12:20 WIB

Pelajar SMK Tewas Tertabrak KA Siantar Express 

Berita Terbaru