Warga Kenegerian Sihotang Demonstrasi ke Kantor Bupati Samosir

Aksi Massa Warga Kenegerian Sihotang menyampaikan aspirasi ke kantor Bupati samosir,Jl Rianiate Pangururan, Senin (04/12), foto:Tumpal

Samosir – Mediadelegasi: Dampak kejadian banjir bandang berakibat kerugian bagi masyarakat Samosir yang berdomisili di Kenegerian Sihotang, hal ini secara moral warga beramai ramai mengadukan nasib mereka kepada Bupati Samosir Vandiko T Gultom di halaman Kantor Bupati Samosir, Jl.Rianiate, Pangururan.

Bupati Samosir Vandiko T Gultom menemui masyarakat pengunjuk rasa didampingi Forkopimda mendengar aspirasi warga, Senin (4/12).

Aspirasi warga diwakili juru bicaranya menyampaikan keluhan warga dimulai dari kerusakan lingkungan yang mengakibatkan musibah banjir bandang maupun lahan pertanian dan rumah tinggal mereka.

Bupati Vandiko T Gultom, Wakil Bupati Martua Sitanggang bersama Asisten II Hotraja Sitanggang di tengah kesibukannya meluangkan waktu langsung berdiri di hadapan ratusan masyarakat yang melakukan unjuk rasa.

Di hadapan aksi massa, Bupati Samosir Vandiko mengatakan mengapresiasi aksi unjukrasa masyarakat Sihotang dan turut berbelasungkawa atas adanya akibat peristiwa banjir bandang yang melanda Kenegerian Sihotang, beberapa hari lalu.

Selanjutnya Bupati Samosir Vandiko T Gultom, meminta 5 perwakilan masyarakat untuk berdialog diruang kerjanya dikordinasi oleh Catur Sihotang.

Sebelumnya Koordinator Aksi Catur Sihotang, membacakan tiga tuntutan aksi ke Bupati Samosir, yaitu: Bupati Samosir Vandiko T Gultom agar merekomendasikan penutupan kepada Presiden Jokowi, Pemerintah dan PT TPL agar merehabilitasi ekosistem Sitonggi-tonggi dan supaya PT TPL memberi ganti rugi kerusakan rumah, korban jiwa, sawah, sekolah, ladang, jalan dan irigasi.

Sementara itu warga Kenegerian Sihotang, Leona Sihotang mengungkapkan bahwa TPL terbukti menimbulkan kesengsaraan bagi seluruh rakyat di kawasan tebing Danau Toba dari mulai Sianjurmula-mula, Harian sampai kepada Sitiotio bahkan ada berita telah sampai di Bakara Kabupaten Humbang Hasundutan.

“Mereka berhasil memiskinkan kita, sementara Sukamto Tanoto pemilik TPL semakin kaya dari hutan endemik yang ditebangi di Hutan lindung milik nenek moyang kita,” ujar Leona Sihotang pada oratornya. D|Med-24