Aksi Natal berlangsung khidmat tersebut diawali dengan penyambutan rombongan Yayasan Kasih Indonesia dengan tarian dan lagu Natal oleh anak-anak yatim piatu asuhan Martin Ghea, yang dilanjutkan dengan ramah-tamah dan pemberian token Natal kepada para anak Yatim Piatu berupa ampau Natal.
Talenta menari dan bernyanyi anak anak Yatim Piatu yang diasuh oleh Yayasan ini telah pernah ditampilkan Prof Sihol Situngkir pada perayaan Natal Kepresidenan di Kementerian Sekretariat Negara, 3 tahun yang lalu sebelum masa pandemi covid-19.
BACA JUGA: Makna di Balik Pohon Terang Perayaan Natal
Sihol Situngkir menambahkan, aksi Natal dikedepankan dalam momen perayaan Natal, karena ketika mengikuti ajaran Tuhan Yesus Kristus mengenai “Iman, Pengharapan dan Kasih”, aksi Natal berupa kasih sebaiknya membumi dan dilakukan untuk mereka yang membutuhkannya.
“Iman, Pengharapan dan Kasih, sering dikotbahkan di Gereja oleh para imam yakni Pastor atau Pendeta, salah satu aplikasinya adalah melalui aksi Natal,” jelas Sihol.
D|Red-06