140 Ribu Warga Sumut Wisata Kesehatan ke Malaysia

- Penulis

Jumat, 22 Oktober 2021 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD saat menjadi pembicara di workshop peningkatan wisata minat khusus yaitu wisata kesehatan yang digelar Kemenparekraf RI, Kamis (21/10). Foto: D|Ist

Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD saat menjadi pembicara di workshop peningkatan wisata minat khusus yaitu wisata kesehatan yang digelar Kemenparekraf RI, Kamis (21/10). Foto: D|Ist

Menurut Destanul, layanan yang banyak dicari wisatawan Sumut ke luar negeri yakni pemeriksaan kesehatan, onkologi dan kardialogi. Padahal di Indonesia ada 14 tempat wisata kesehatan unggulan yang bisa dikunjungi masyarakat yakni di antaranya RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, RSPAD Gatot Soebroto, RS Jantung da Pembuluh Harapan Kita.

Sedangkan untuk wisata kebugaran ada Taman Sari, Royal Heritage Spa, Martha Tilaar Spa, tanaman obat dan obat tradisional. Ia berharap ini bisa terwujud jika ada pembenahan-pembenahan menyeluruh sehingga wisata kesehatan di Indonesia dapat menjadi pilihan utama wisatawan domestik, tanpa harus ke luar negeri.

Mewujudkan wisata seperti itu di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dibutuhkan team work dan juga etos kerja yang baik termasuk semangat dalam memberikan pelayanan.

BACA JUGA:  DPD KNPI Perkuat Peranan Aktivis, Jurnalis hingga Tokoh Kepemudaan

Menurutnya di Sumut terdapat beberapa prospek wisata medis salah satunya RS Siloam di Medan plus wisata kebugaran dengan banyaknya oukup, pemandian air panas, pengobatan tradisional alat vital.

Sumut juga memiliki banyak tempat wisata kesehatan rohani seperti taman museum iman yang bisa diunggulkan. Namun untuk mewujudkan wisata kesehatan ini dibutuhkan pembenahan budaya kerja.

“Kita perlu dibenahi secara kultural. Budaya kerja kita sifatnya masih menunggu (perintah-red),  tidak responsif. Kalau kita ke Malaysia para perawatnya itu tetap menggunakan rok tapi kalau berjalan selalu cekatan dan cepat. Ini budaya kerja yang berbeda dengan kita. Pengalaman saya, kalau Indonesia pelayanan para pekerja kesehatan tidak cekatan, terbalik kalau dokter di sini mau cepat saja. Jadi perlu ada perubahan pada etos kerja begitu juga  dibutuhkan teamwork,” ujarnya.

BACA JUGA:  Merry: Kemurahan Hati ini, Kelak akan Saya Ceritakan kepada Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:47 WIB

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:18 WIB

Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Berita Terbaru