140 Ribu Warga Sumut Wisata Kesehatan ke Malaysia

- Penulis

Jumat, 22 Oktober 2021 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD saat menjadi pembicara di workshop peningkatan wisata minat khusus yaitu wisata kesehatan yang digelar Kemenparekraf RI, Kamis (21/10). Foto: D|Ist

Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD saat menjadi pembicara di workshop peningkatan wisata minat khusus yaitu wisata kesehatan yang digelar Kemenparekraf RI, Kamis (21/10). Foto: D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Di era masyarakat industrial saat ini, wisata kesehatan menjadi fenomena komersial. Banyak orang yang melakukan perjalanan  jauh ke daerah lain bahkan antar negara hanya untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kesehatan tubuh.

Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sumut, Destanul Aulia SKM MBA MEc PhD saat menjadi pembicara di workshop bertajuk “Peningkatan Wisata Minat Khusus yaitu Kesehatan” yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Kamis (21/10).

Menurutnya, wisata kesehatan seperti dibeberkan di atas,  sudah ada sejak zaman purba, orang-orang  mengunjungi kolam air panas dan mineral ataupun melakukan pemujaan untuk tujuan kesehatan.

Begitu juga pada zaman Yunani kuno, pasien melakukan perjalanan ke daerah Mediteranian untuk penyembuhan penyakit.  Sedangkan di Bath, Inggris, pasien banyak yang melakukan perjalanan ke Aquae, Roma untuk meminta penyembuhan dengan beribadah dan melakukan ritual mandi. 

BACA JUGA:  PSDS Deli Serdang Juara Liga 3 Zona Sumut Lewat Drama Adu Penalti

“Sedangkan pada zaman saat ini wisata itu telah diperluas termasuk kebugaran, perawatan,  pengobatan, perawatan alternatif dan fitnes,” kata Destanul.

Dia juga menyebut selama belasan tahun warga Sumut banyak yang bepergian ke Semananjung, Malaysia.

Dalam rentang waktu antara tahun 2000 hingga 2018 jumlah warga Sumut yang berwisata kesehatan ke Malaysia mengalami kenaikan dari awalnya 20 ribu jiwa naik hingga  140 ribu jiwa. “Sekitar 72 persen pasien itu  melakukan intervensi mefis seperti pembedahan dan lainnya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia
Ruko Penjual Bensin Eceran dan Elpiji di Medan Terbakar Hebat, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Manajemen Rumah Sakit Islam Malahayati Medan Bungkam Soal “Mal Praktik” dan Pembayaran Administrasi Pasien ke Rekening Pribadi Prof dr RD
Rico Waas Masih Bungkam Soal Kasus di Dishub Medan, Mahasiswa Gelar Unjukrasa
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:47 WIB

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:18 WIB

Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur

Senin, 15 Juni 2026 - 17:14 WIB

Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut

Senin, 15 Juni 2026 - 14:48 WIB

Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:43 WIB

Robi Barus Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak di Helvetia

Berita Terbaru