19 Pelajar asal Parbuluan dipulangkan ke tempat asalnya dari Samosir. Foto : D|Med-24|Ist
Samosir-Mediadelegasi: Para pelajar SMA dari Parbuluan Kabupaten Dairi menuju Pulau Samosir, Kabupaten Samosir, bergaya ugal-ugalan dipulangkan kembali ke daerahnya, begitu tiba di pintu masuk utama jalan darat, Menara Pandang Tele, Senin (6/4).
“Pemulangan 19 pelajar itu dilakukan pihak keamanan mengingat status siaga darurat bencana non-alam Covid-19 yang sudah ditetapkan oleh keputusan Bupati Samosir,” ujar Rohani Bakkara, Ketua Komunikasi Publik Gugus Kendali Covid-19, kepada wartawan.
Menurutnya, kehadiran para pelajar itu tak menaati aturan. Aparat keamanan terpaksa harus memulangkan mereka, demi menjaga Samosir agar tetap terjaga aman dari Covid-19.
“Saat ini bukan musim libur untuk mengunjungi objek wisata, melainkan libur untuk tinggal di rumah guna memutuskan rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang lagi melanda dunia,” ujar Rohani.
Buang Tuak
Pada bagian lain, petugas Gugus Kendali Covid-19, di Pelabuhan Tomok Kecamatan Simanindo, petugas Gugus Covid-19 membuang tuak (arak) kiriman dari Kabupaten Simalungun.
Langkah antisipatif ini merupakan bentuk konkrit yang dilakukan oleh pemerintah daerah untuk meminimalisir penularah wabah Covid-19 di Kabupaten Samosir. Rohani Bakara mengajak agar semua saling menjaga dan mengantisipasi penularan wabah Covid-19 di daerah masing-masing. D|Med-24






