Misteri di Balik Pengadaan Chromebook Rp 9,9 Triliun: Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi

Sabtu, 31 Mei 2025 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ist

Foto: Ist

Jakarta-Mediadelegasi: Dugaan korupsi dalam pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022, senilai Rp 9,9 triliun, tengah menjadi sorotan. Investigasi Kejaksaan Agung fokus pada dugaan pemufakatan jahat yang mengarahkan penggunaan sistem operasi Chrome, meskipun uji coba sebelumnya menunjukkan Chromebook kurang efektif di Indonesia.(30/05)

Hasil penggeledahan rumah dua mantan staf khusus Menteri Nadiem Makarim, Fiona Handayani dan Jurist Tan, telah menghasilkan penyitaan barang bukti elektronik dan dokumen. Penyidik telah memeriksa 28 saksi terkait kasus ini, dan bahan bukti yang disita akan dianalisis untuk mengungkap keterkaitannya dengan dugaan korupsi.

Tim teknis Kemendikbudristek awalnya merekomendasikan sistem operasi Windows. Perubahan rekomendasi ini menjadi titik fokus penyelidikan, untuk mengungkap siapa yang mengarahkan penggunaan sistem operasi Chrome yang ternyata kurang efektif berdasarkan uji coba sebelumnya.

BACA JUGA:  Satgas Pangan Polri Bongkar 26 Merek Beras Premium yang Diduga Dioplos

Kemungkinan pemeriksaan terhadap Nadiem Makarim sendiri masih terbuka, tergantung kebutuhan penyidik, menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar. Kasus ini menunjukkan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran negara, terutama dalam proyek-proyek besar.

Investigasi ini telah dinaikkan ke tahap penyidikan karena telah ditemukan bukti permulaan yang cukup. Dana yang terlibat mencapai Rp 9,9 triliun, terdiri dari dana satuan pendidikan (DSP) dan dana alokasi khusus (DAK). Kasus ini berpotensi merugikan keuangan negara secara signifikan.

Kasus ini menyoroti celah dalam proses pengadaan barang di pemerintahan dan pentingnya pengawasan yang ketat. Harapannya, investigasi ini dapat mengungkap seluruh jaringan pelaku dan memulihkan kerugian negara. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran menjadi kunci pencegahan kasus serupa di masa depan.D|Red

BACA JUGA:  Kemenkes Minta Masyarakat Waspada terhadap Virus Covid-19

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB