Terlihat pekerjaan perbaikan pipa air minum yang pecah. Foto: D|oktober napitupulu
Sianipar-Mediadelegasi: Akibat dari pengerjaan proyek Balige by pass tepatnya di Desa Sianipar sepanjang 408 meter pipa Perusahaan Air Minum (PAM) pecah mengakibatkan 1.500 Kepala Keluarga mengalami kekurangan air minum.
Mak Amos Siahaan salah satu warga masyarakat pelanggan PDAM Tirtanadi Cabang Balige menuturkan sudah dua pekan terakhir air mereka tidak berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Entah kenapa air minum kami sampai saat ini tidak jalan,tapi setelah kami dengar adanya pipa PAM pecah diakibatkan pekerjaan jalan Balige by pass, jadi kami sangat berharap pihak PAM cepat mengerjakan masalah tersebut,” kata Mak Amos.
Hal yang sama juga dikatakan Roland Panjaitan mereka mengalami kekurangan air minum. “Kami tau adanya pipa PAM pecah diakibatkan pekerjaan jalan Balige by pass dimana pada pekerjaan tersebut alat berat(Beko) memecahkan pipa dimaksud memang saat ini pihak PDAM Tirtanadi Cabang Balige menyalurkan air minum melalui mobilisasi di beberapa titik rumah warga termasuk kami sendiri,” kata Panjaitan.
Sementara perwakilan PDAM Tirtanadi Cabang Balige, Gultom kepada Delegasi menuturkan akibat dari pekerjaan jalan Balige by pass sebanyak 408 meter pipa mereka pecah.
“Pihak pelaksana pekerjaan jalan Balige by pass memang sudah koordinasi dengan kami untuk percepatan perbaikan pipa yang pecah dimana pipa yang pecah tersebut mengalirkan air minum kepada warga Masyarakat Balige III, Huta pisang, Onan Raja, Desa Sianipar, Siahaan Balige yang ditaksasi sekitar 1500 Kepala keluarga”, kata Gultom.
Amatan di lapangan akibat pipa pecah dampak dari pekerjaan jalan Balige by pass Warga Masyarakat rela mengantri untuk mendapatkan pasokan air minum yang dimobilisasi pihak PDAM Tirtanadi Cabang Balige hingga larut malam. D|Tsa-36












