Warga Tanjungpinang, Bisa Datang tak Bisa Pulang

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2020 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: D|Ist

Medangderas-Mediadelegasi: Tiga warga Tanjungpinang, Kepulauan Riau hampir dua bulan ‘terkurung’ di Desa Seibuahkeras, Kecamatan Medangderas, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Mereka tidak bisa kembali ke Tanjungpinang, karena larangan.

Ketiga warga itu R Boru Sitorus penduduk Bukit Bestari,  P Boru Sitorus dan I Boru Siagian keduanya warga Kecamatan Tanjungpinang Kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga orang ini 20 April lalu datang ke Desa Seibuahkeras melihat orangtua mereka yang tengah kritis di RSUD Tebingtinggi.

Cerita R Boru Sitorus, kepada Mediadelegasi, Kamis (4/6), saat itu transportasi melalui laut dari Tanjungpinang ke Dumai masih dibuka, bus angkutan darat pun masih berjalan.

BACA JUGA:  Pemkab Samosir Bagikan Beras kepada Wartawan

Mereka pun membawa surat kesehatan dari Tanjungpinang sebagai bekal status untuk diperlihatkan kepada petugas terkait musim Covid-19. Tanpa hambatan di perjalanan hingga tiba di kediaman orangtua mereka di Seibuahkeras. Ketiga orang datang ini pun menjalani pemeriksaan Tim Medis dari desa.

Singkat cerita, beberapa hari dirawat di rumahsakit, orangtua mereka meninggal dunia. Setelah jenazah orangtua mereka dikebumikan, ketiga warga ini bermaksud kembali ke Tanjungpinang. Namun terganjal dengan kebijakan larangan mudik guna memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 yang menghentikan aktivitas angkutan perjalanan.

“Sejumlah jalur transportasi sudah mulai dibuka, namun Pelabuhan Dumai masih tetap ditutup. Lain lagi persyaratan perjalanan masih susah dan tiket pesawat habis terboking, kami masih terkurung di desa ini,” katanya.

BACA JUGA:  Pemkab Samosir Imbau Jurnalis Mainkan Peran Komunikasi

Baik R Sitorus maupun dua rekannya kini hanya bisa lesu dan pasrah dengan stok keuangan yang menipis. “Kami tak tau mau berbuat apa lagi dengan kondisi ini. Kami datang kemari bukan untuk mudik berenang-senang, kami berduka, entah kepada siapa kami mengadu,” kata R Sitorus seraya mengarahkan pikirannya terhadap keluarga dan anak-anaknya di Tanjungpinang sana. D|Bab-49

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesta Tapai 2026 Lestarikan Budaya Batu Bara
Bupati Batubara Hadiri Natal Bersama.
Dugaan Korupsi Penjualan Aluminium, Kejati Sumut Geledah Kantor PT Inalum di Kuala Tanjung
Kadis LHK Sumut Diadukan ke Gubsu dan Inspektorat
Kecelakaan Maut di Batubara, 2 Mahasiswa UMN Al Wasliyah Meninggal Dunia
Gubernur Sumut Tinjau Tanggul Jebol di Kabupaten Batubara
Wagub Sumut Surya Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Taqwa Indrapura
Mantan Kadis Pendidikan Batu Bara jadi Tersangka Korupsi

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:41 WIB

Pesta Tapai 2026 Lestarikan Budaya Batu Bara

Jumat, 26 Desember 2025 - 16:27 WIB

Bupati Batubara Hadiri Natal Bersama.

Sabtu, 15 November 2025 - 15:06 WIB

Dugaan Korupsi Penjualan Aluminium, Kejati Sumut Geledah Kantor PT Inalum di Kuala Tanjung

Kamis, 2 Oktober 2025 - 21:30 WIB

Kadis LHK Sumut Diadukan ke Gubsu dan Inspektorat

Selasa, 29 Juli 2025 - 14:35 WIB

Kecelakaan Maut di Batubara, 2 Mahasiswa UMN Al Wasliyah Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Foto: Suasana di salah satu jalanan di wilayah Jakarta Selatan yang tergenang banjir akibat hujan deras dan luapan Kali Krukut. Sebanyak 12 RT di kawasan Petogogan tercatat terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 20 cm.

Nasional

Hujan Deras Guyur Jakarta, 12 RT di Jaksel Terendam Banjir

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:07 WIB

Foto: Suasana saat proses pemeriksaan dan penempatan khusus (patsus) terhadap Kompol DK di lingkungan Polda Sumatera Utara.

Sumatera Utara

Video Diduga Pakai Narkoba Viral, Kompol DK Ditempatkan di Patsus

Kamis, 30 Apr 2026 - 15:16 WIB