Yang zaman now, sering para generasi muda mendefinisikannya dengan penampilan dan jenis busana dengan motif tertentu. Intinya adalah bersuka ria dan tidak ada tekanan apapun. Lalu, pesta demokrasi itu dalam Pemilu apakah tercermin dengan suasana pesta itu?
HARI Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia, tepatnya tanggal 17 Agustus 2023 tinggal menghitung pekan. Dalam tenggat ini, Indonesia sudah melaksanakan Pemilu sejak 68 tahun lalu, sebagai wujud Pesta Demokrasi di Indonesia? Setelah 78 tahun, terkait pelaksanaan Pemilu sebagai suatu proses demokrasi yang diamantkan oleh Undang-Undang Dasar tahun 1945, mamsih memerlukan evaluasi lebih mendalam.
Negara Kesatuan Republik Indonesia dinyatakan merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, dan kemerdekaan itu dikumandangkan oleh Sang Proklamator Bung Karno dan Mohammad Hatta. Dan sejarah juga menorehkan bahwa Presiden Pertama Republik Indonesia adalah Ir Soekarno sering disebut ‘Bung Karno’ dan wakilnya adalah Mohammad Hatta yang memproklamirkan ‘Kemerdekaan Indonesia’.
Dalam perjalannnya bahwa kemerdekaan yang dikumandangkan tidaklah mulus, masih ada tantangan yang masih menganga dari penjajah Belanda untuk menguasai kembali Republik Indonesia. Maka pada 27 Desember 1949 membentuk Negara Republik Indonesia Serikat dan Bung Karno dilantik menjadi Presiden Negara Republik Indonesia Serikat. Namun tidak berlangsung lama, karena pada tahun 1950 kembali lagi menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
BACA JUGA: Menangkal Golput Pemilu 2024
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







Seyogyanya Pemilu memang harus menjadi pesta rakyat. Jangan seperti periode” dahulu. Di setiap kali akan pemilu, rakyat malah dirundung rasa takut akan terjadinya kerusuhan yang sengaja dibikin untuk menciptakan suasana chaos. Karena itu gunakanlah kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ikuti proses pemilunya dengan baik, tidak saling hujat, menyebar fitnah ataupun menyebar kebencian. Lakukan dengan jujur jangan golput. Jangan ikuti orang yg mengatakan siapapun presidennya, tetap kita yg harus cari uang. Sebab narasi seperti itu adalah pola pikir yg tidak tepat. Benar siapapun presidennya tetap harus kita yg cari uang, akan tetapi kondisi perekonomian yang stabil membutuhkan perjuangan dan kemampuan mengelola negara yang baik, bukan oleh pemimpin yg hanya ingin berkuasa tapi tidak memiliki kemampuan dan keikhlasan.
Terima kasih atas tamhanan penalarannya Pak. Johannes. Yang jelas Pesta Demokrasi ini seogiaya harus happy. Happy dalam arti lebih luas.