Pemilu, Pesta Demokrasi-Pesta Rakyat Indonesia

- Penulis

Jumat, 2 Juni 2023 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ida Royani Gultom SE, Pemerhati Kebijakan Publik dan mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan Periode 2000-2001. Foto:dok-idaroyani

Ida Royani Gultom SE, Pemerhati Kebijakan Publik dan mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan Periode 2000-2001. Foto:dok-idaroyani

Yang zaman now, sering para generasi muda mendefinisikannya dengan penampilan dan jenis busana dengan motif tertentu. Intinya adalah bersuka ria dan tidak ada tekanan apapun. Lalu, pesta demokrasi itu dalam Pemilu apakah tercermin dengan suasana pesta itu?

Mari kita runut dari sejarah sejak dihembuskannya tentang ‘Pesta Demokrasi’ ini dan sepulah tahun sebelumnya sejak 1981. Pada tahun 1971, pelaksanaan Pemilu yang periodik dan teratur mulai terlaksana. Sedangkan pada pemilu yang ketiga diselenggarakan 6 tahun lebih setelah Pemilu tahun 1971 yakni menjadi tahun 1977, setelah itu selalu terjadwal sekali dalam 5 tahun. Dan peserta pemilu hanyalah 3, yakni 2 parpol; Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) ditambah satu Golongan Karya (Golkar).

BACA JUGA:  Transparansi Perguruan Tinggi Antara Ada dan Tidak Ada Langgar Undang-undang

Maka, dalam 5 kali Pemilu, yaitu Pemilu 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997 pesertanya hanya tiga tadi. Hasilnya pun sama, Golkar selalu menjadi pemenang, sedangkan PPP dan PDI menjadi pelengkap atau sekadar ornamen.

Golkar bahkan sudah menjadi pemenang sejak Pemilu 1971 dan dekat dengan kekuasaan. Keadaan ini secara langsung dan tidak langsung membuat kekuasaan eksekutif dan legislatif berada di bawah kontrol Golkar. Selama dalam masa itu, Pesta Demokrasi maupun Pesta Rakyat Indonesia dalam arti yang sesungguhnya tidak dirasakan oleh Rakyat ‘jauh ikan dari panggang’. Sepertinya saat itu, semuanya serba keteraturan dan adanya pengkondisian, pembungkaman untuk rakyat jika berani bersuara atau berani melawan, karena situasinya adalah ‘militer dan kekuasaan’ adalah diatas segala-galanya.

BACA JUGA:  Perlu Penguatan Prodi Pertanian dan Kemaritiman

Pendukung utama Golkar adalah birokrasi sipil dan militer. Lalu, dimana letak sesungguhnya arti Pesta Demokrasi atau Pesta Rakyat Indonesia itu? Ini nyata dan terasa dengan jelas dirasakan oleh Rakyat Indonesia. Dan pengkondisian itu tidak dapat dibendung lagi atas The Power of People dari gerakan mahasiswa seluruh nusantara, hingga meletuslah demonstrasi besar-besaran pada tahun 1998 yang memperjuangkan untuk menurunkan serta melengserkan Presiden Soeharto dan kroni-kroni dari kekuasaan.

BACA JUGA: PDI Perjuangan Siap Menangkan Pesta Demokrasi 2024

2 tanggapan untuk “Pemilu, Pesta Demokrasi-Pesta Rakyat Indonesia”

  1. Seyogyanya Pemilu memang harus menjadi pesta rakyat. Jangan seperti periode” dahulu. Di setiap kali akan pemilu, rakyat malah dirundung rasa takut akan terjadinya kerusuhan yang sengaja dibikin untuk menciptakan suasana chaos. Karena itu gunakanlah kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ikuti proses pemilunya dengan baik, tidak saling hujat, menyebar fitnah ataupun menyebar kebencian. Lakukan dengan jujur jangan golput. Jangan ikuti orang yg mengatakan siapapun presidennya, tetap kita yg harus cari uang. Sebab narasi seperti itu adalah pola pikir yg tidak tepat. Benar siapapun presidennya tetap harus kita yg cari uang, akan tetapi kondisi perekonomian yang stabil membutuhkan perjuangan dan kemampuan mengelola negara yang baik, bukan oleh pemimpin yg hanya ingin berkuasa tapi tidak memiliki kemampuan dan keikhlasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat
Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS
Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.
Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi
Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers
Menunggu Komitmen Tegas Pemerintah Jalankan Moratorium Eksploitasi Hutan Danau Toba
Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi
Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:11 WIB

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat

Senin, 24 November 2025 - 22:31 WIB

Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:18 WIB

Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2024 - 22:39 WIB

Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi

Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:37 WIB

Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers

Berita Terbaru