Pemilu, Pesta Demokrasi-Pesta Rakyat Indonesia

- Penulis

Jumat, 2 Juni 2023 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ida Royani Gultom SE, Pemerhati Kebijakan Publik dan mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan Periode 2000-2001. Foto:dok-idaroyani

Ida Royani Gultom SE, Pemerhati Kebijakan Publik dan mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan Periode 2000-2001. Foto:dok-idaroyani

Akhirnya Zaman Orde Baru berlalu. Kekuasaan telah berubah akibat desakan dari berbagais sisi.  Akibat tidak percayanya akan hasil pemilu 1997, akhirnya dilaksanakan pemilu dipercepat yakni tanggal 7 Juni 1999 untuk memilih MPR dan DPR. Dan akhirnya berhasil menelurkan dan melahirkan Presiden dan Wakil Presiden yang baru yakni Presiden KH Abdurahman Wahid (Gusdur) dan Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri. Sebelum habis masa periodenya, Megawati naik menjadi Presiden sama halnya seperti BJ. Habibi pada tahun 1998.

Dan pada masa ini, Partai Politik menjamur untuk mewarnai kebebasan berpendapat itu. Partai politik untuk mencerminkan arti demokrasi itu dan beberapa peraturan perundang-undangan yang mengaturnya sampai saat ini. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah di masa ini sudah memenuhi akan Pesta Demokrasi-Pesta Rakyat Indonesia itu? *

BACA JUGA:  Mahasiswa Sastra Inggris UNIKA Santo Thomas Siap Berkompetisi Dalam Dunia Kerja

Penulis | Ida Royani Gultom SE |Pemerhati Kebijakan Publik | Mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan Periode 2000-2001

2 tanggapan untuk “Pemilu, Pesta Demokrasi-Pesta Rakyat Indonesia”

  1. Seyogyanya Pemilu memang harus menjadi pesta rakyat. Jangan seperti periode” dahulu. Di setiap kali akan pemilu, rakyat malah dirundung rasa takut akan terjadinya kerusuhan yang sengaja dibikin untuk menciptakan suasana chaos. Karena itu gunakanlah kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ikuti proses pemilunya dengan baik, tidak saling hujat, menyebar fitnah ataupun menyebar kebencian. Lakukan dengan jujur jangan golput. Jangan ikuti orang yg mengatakan siapapun presidennya, tetap kita yg harus cari uang. Sebab narasi seperti itu adalah pola pikir yg tidak tepat. Benar siapapun presidennya tetap harus kita yg cari uang, akan tetapi kondisi perekonomian yang stabil membutuhkan perjuangan dan kemampuan mengelola negara yang baik, bukan oleh pemimpin yg hanya ingin berkuasa tapi tidak memiliki kemampuan dan keikhlasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat
Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS
Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.
Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi
Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers
Menunggu Komitmen Tegas Pemerintah Jalankan Moratorium Eksploitasi Hutan Danau Toba
Program Ziarah Spiritual Selaras dengan Dokumen Abu Dhabi
Menjaga Agar Kemarahan Rakyat tak Meledak

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 10:11 WIB

Samosir 22 Tahun: Sudah Berjalan, Belum Melompat

Senin, 24 November 2025 - 22:31 WIB

Verifikasi Kemiskinan, Menghapus Dosa Tunggakan BPJS

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:18 WIB

Timnas Indonesia Tertinggal 3-0, Ini sosok Pelatih Timnas Indonesia.

Selasa, 19 Maret 2024 - 22:39 WIB

Ramainya Pemberitaan Bakal Calon Bupati Bekasi, Direspon Salah satu Tokoh Bekasi, H Deddy Rohendi SH, MH, CTA, menjelang Pilkada 2024-2029 Di Kabupaten Bekasi

Sabtu, 13 Januari 2024 - 15:37 WIB

Pergub Riau Ciderai Hak Wartawan Dan Perusahaan Pers

Berita Terbaru