Ratusan Pekerja Kementerian PU Dirumahkan Akibat Efisiensi

- Penulis

Rabu, 12 Februari 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ist

Foto: ist

Jakarta-Mediadelegasi: Kabar tentang ratusan pegawai honorer di Kementerian Pekerjaan Umum, viral di media sosial. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjelaskan terkait pemangkasan pos akibat efisiensi di kementeriannya.

Pekerja Honorer Dirumahkan
Kabar tentang pekerja honorer di Kementerian PU viral di media sosial X. Akun @raffimulyaa mengunggah tangkapan layer dari video di TikTok disertai keterangan tentang ratusan pekerja honorer dirumahkan.Kemenhan ga ada efisiensi anggaran, bisa jadiin deddy stafsus. PU kena efisiensi 81T (triliun), bisa bikin 18.000 orang dirumahkan. gajelas banget xxx, kata gua sih pada kompak mogok aja rame2,” cuitnya dilihat pada Rabu, 12 Februari 2025.

Unggahan itu telah dilihat sebanyak 1,8 juta kali pada Rabu.Efisiensi Kementerian PU
Pagu anggaran Kementerian PU, yang awalnya Rp 110,95 triliun, dipangkas 73,35 persen menjadi Rp 29,57 triliun pada 2025. Kementerian PU menjadi lembaga yang paling banyak mengalami pemangkasan di antara kementerian atau lembaga terdampak.

Sejumlah program pun hilang akibat efisiensi tersebut. Menteri PU Dody Hanggodo merinci program-program yang hilang akibat efisiensi, di depan Komisi V DPR RI, pada Kamis 6 Februari 2025 lalu, dikutip dari media. Antara lain:

BACA JUGA:  Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim Ajukan Praperadilan atas Status Tersangka

1.Anggaran berkurang Rp 27,72 triliun di sektor sumber daya air. Program yang dihilangkan mencakup pembangunan 14 unit bendungan, satu bangunan pengarah di Rukoh (Aceh), juga revitalisasi danau dan situ. Pembatalan pembangunan 9.550 hektar dan rehabilitasi 29.000 hektar jaringan irigasi. Pembangunan prasarana air baku, pengendali banjir, dan pengaman pantai.

2. Efisiensi Rp 24,83 triliun di bidang bina marga. Hilangnya pembangunan jalan sepanjang 57 kilometer dan peningkatan kapasitas jalan 1.120 kilometer. Pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 5.841 meter dibatalkan.

3. Efisiensi Rp 7,75 triliun di bidang cipta karya. Program sistem pengelolaan air limbah untuk 10.240 keluarga dihapus. Pengembangan kawasan 118,5 hektar dan penataan kawasan pariwisata 3,0 hektar berhenti.

4. Efisiensi Rp 20,69 triliun bidang prasarana strategis. Rehabilitasi dan renovasi 9.300 unit sekolah dan madrasah dihapus.

BACA JUGA:  Kejaksaan Agung Bongkar Perintangan Hukum, Ketua Cyber Army Tersangka

5. Efisiensi dukungan manajemen dan tugas teknis Rp 390 miliar. Status Pekerja Honorer
Sementara terkait kabar tentang dirumahkannya tenaga kerja honorer atau Non ASN, Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Mohammad Zainal Fatah menegaskan, kegiatan akan tetap berjalan jika anggarannya tersedia.

“Gini intinya, kita ini punya kegiatan. Kalau di kegiatannya itu masih ada duit ya akan berjalan. Kalau enggak ada duit ya kan enggak bisa, apapun yang ada di kegiatan itu enggak bisa kita jalankan,” katanya pada media.

Sejumlah pekerja disebutnya tetap aman. Seperti pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), sebab tetap terjamin dalam anggaran belanja pegawai.

PPK dan PNS termasuk dalam golongan ASN, sedangkan tenaga non-ASN adalah pegawai honorer.

Terkait pekerja kontrak, mereka akan aman asalkan kontraknya ada di belanja pegawai. “Menkeu (Sri Mulyani) bilang, belanja pegawai enggak boleh diganggu,” tambahnya.D|Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax
Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai
​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan
Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN
Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS
Korlantas Polri Memutuskan Menunda Pelaksanaan Operasi Patuh 2026
Mulai 8 Hingga 21 Juni 2026 Operasi Patuh Digelar Serentak se-Indonesia, Nomor Plat Kendaraan Jadi Prioritas Utama
Daftar Final 23 Pemain Timnas Indonesia: Debut Mathew Baker & Kembalinya Marselino Ferdinan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:47 WIB

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:03 WIB

Nama Raffi Ahmad Terseret Dalam Kasus Dugaan Suap Importasi Barang di Bea Cukai

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:30 WIB

​Kurs Rupiah Terpuruk di Angka Rp18.000, Hasto Kristiyanto Kritik Keras Manajemen Pemerintahan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:26 WIB

Tuntut Kepastian Operasional, Investor Dapur SPPG di Wilayah 3T Geruduk Kantor BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Hancur! Tembus Rp18.175 per Dolar AS

Berita Terbaru

Pertamina Resmi Naikkan  Harga Pertamax. (Foto:Ist)

Jakarta

Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax

Rabu, 10 Jun 2026 - 07:47 WIB