Dedi Mulyadi Terapkan Program Pembinaan Siswa Bermasalah di Barak TNI-Polri

Rabu, 30 April 2025 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Foto: Ist.)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (Foto: Ist.)

Jakarta-Mediadelegasi : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menjadi sorotan publik setelah meluncurkan program pembinaan siswa bermasalah di barak TNI-Polri. Kebijakan kontroversial ini menuai beragam reaksi, tak terkecuali dari kalangan elit yang dinilai Dedi hanya mampu berkomentar tanpa memberikan solusi nyata. Pernyataan pedas Dedi tersebut langsung memicu perdebatan sengit di media sosial.

“Mereka hanya bisa mengkritik dari balik layar, tanpa pernah merasakan langsung tantangan mendidik anak-anak yang terjerumus dalam kenakalan,” ujar Dedi dalam sebuah wawancara, menyoroti ketidakpedulian para elit terhadap permasalahan anak jalanan dan siswa yang terlibat tawuran. Ia mempertanyakan peran aktif para elit dalam mengatasi masalah sosial yang begitu kompleks.

Program pembinaan ini, yang direncanakan dimulai awal Mei 2025, menargetkan siswa yang terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan remaja, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, kecanduan game online hingga melawan orang tua dan membolos sekolah. Dedi menekankan bahwa program ini bukan untuk menghukum, melainkan untuk membina dan membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dan bertanggung jawab.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Instruksikan Penggunaan Mobil Maung Sebagai Kendaraan Dinas, Dorong Kebangkitan Industri Otomotif Nasional

Para siswa yang terpilih akan menjalani pelatihan khusus di barak TNI-Polri, yang meliputi kegiatan fisik seperti latihan baris-berbaris, olahraga, dan kegiatan bersih-bersih. Selain itu, mereka tetap akan mengikuti pembelajaran akademik dengan guru-guru yang didatangkan dari sekolah asal mereka. Dedi memastikan akan tersedia fasilitas belajar yang memadai di barak tersebut.

Meskipun Dedi mengklaim telah mendapatkan dukungan dari orang tua siswa dan masyarakat Jawa Barat, kebijakan ini tetap menuai kontroversi. Banyak pihak mempertanyakan efektivitas program tersebut dan potensi pelanggaran hak asasi manusia. Kekhawatiran akan dampak psikologis pada siswa juga menjadi sorotan utama.

Kritik juga datang dari kalangan akademisi yang mempertanyakan pendekatan yang digunakan. Mereka menyarankan agar pemerintah fokus pada pencegahan dan memberikan solusi yang lebih komprehensif, bukan hanya sekedar penindakan. Perlu adanya evaluasi mendalam terhadap akar permasalahan kenakalan remaja dan solusi jangka panjang yang lebih efektif.

Dedi sendiri tetap teguh pada pendiriannya. Ia berpendapat bahwa program ini merupakan langkah berani untuk mengatasi masalah kenakalan remaja yang semakin mengkhawatirkan. Ia juga menekankan pentingnya peran serta semua pihak, termasuk para elit, dalam mengatasi permasalahan sosial di Jawa Barat.

BACA JUGA:  Tasya Farasya Pamit dari Medsos, Isu Perceraian Makin Panas!

Namun, pertanyaan besar masih menggantung. Apakah program pembinaan di barak TNI-Polri ini benar-benar efektif dalam mengatasi akar permasalahan kenakalan remaja? Atau, justru akan menimbulkan masalah baru dan berpotensi melanggar hak asasi manusia? Waktu akan menjawabnya.

Ke depannya, penting untuk melihat evaluasi menyeluruh dari program ini. Apakah program ini berhasil mengubah perilaku siswa? Apakah ada dampak negatif yang muncul? Data dan evaluasi yang transparan sangat diperlukan untuk menilai efektivitas dan dampak jangka panjang dari kebijakan ini.

Perdebatan seputar kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi ini menjadi cerminan kompleksitas permasalahan sosial di Indonesia. Butuh solusi yang komprehensif dan kolaboratif dari berbagai pihak, bukan hanya sekedar kritik dan respons yang reaktif. Semoga program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang positif bagi para siswa yang terlibat. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Satu tanggapan untuk “Dedi Mulyadi Terapkan Program Pembinaan Siswa Bermasalah di Barak TNI-Polri”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla
Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera
Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya
Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen
Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan
Terbitkan SEMA 4/2026, MA Tutup Celah Upaya Hukum untuk Putusan Bebas
KPK Klarifikasi Kegiatan OTT di Bogor
Kementerian PKP-BGN Siapkan Rumah Bagi Keluarga Penerima MBG
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Indonesia Beri Izin Ruang Udara, Malaysia Tawarkan Bantuan Pemadaman Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Alasan Menhut Tak Ikut Kunjungan Prabowo ke Kalimantan-Sumatera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:47 WIB

Prabowo menghadiri akad nikah Sekretaris Pribadinya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aksi Lepas Logo Bank Mandiri Jelang Demo Jadi Sorotan Netizen

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Prabowo Subianto bertolak ke Kalimantan

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB