Pandemi Covid-19, Kesadaran PHBS Masyarakat Meningkat

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2020 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: promkes.kemkes.go.id

Ilustrasi. Foto: promkes.kemkes.go.id

Oleh | Amalia Rahmah Harahap

PANDEMI Covid-19 secara tidak langsung menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat akan pentingnya kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Perilaku hidup sehat merupakan prioritas utama demi mengurangi potensi berbagai penyakit. Walau dikaji dari sudut pandang manapun kesehatan menjadi sumber utama yang sangat berpengaruh untuk berbagai sektor kehidupan.

Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan masyarakat, termasuk mengenai tingkat kesadaran akan kesehatan. Banyak sekali masyarakat yang menjadi sangat panik dengan penyebaran virus corona sehingga yang awalnya acuh terhadap kesehatan menjadi sangat peduli.

Saat ini masyarakat mulai menyadari pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat dan mengakibatkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit Covid-19.

Bukan hanya diikuti dengan tingginya minat masyarakat untuk berolahraga, tetapi semakin meningkatnya tren pemeriksaan kesehatan secara rutin, masyarakat rajin mencuci tangan, penggunaan Hand Sanitizer, penggunaan masker dan terbatasnya waktu untuk keluar rumah.

Sebagaimana yang penulis kutip dari Tribun News, kekhawatiran akan virus corona mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih peduli akan kebersihan dan kesehatan.

Dilihat dari hasil survei, 85% masyarakat lebih memerhatikan kebersihan tangan, 55% lebih sering mengonsumsi air putih. Lebih lanjut, 47% lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah dan 18% lebih sering berolahraga dan hampir 89% masyarakat menggunakan masker wajah.

Perhatian masyarakat dalam hal kebersihan, terutama tangan semakin meningkat semenjak adanya pandemi virus corona atau covid-19, banyak masyarakat yang jadi was-was sehingga cuci tangan pun menjadi tren di era pandemi.

Karena sumber utama penyebaran penyakit bersumber dari tangan.  Kebersihan tangan ini bisa menjadi kebiasaan baru atau new normal karena masyarakat khawatir soal kesehatannya.

BACA JUGA:  Mahasiswa Trisakti Antusias Ikuti Sosialisasi Magang dari Ferienjob Germany

Masyarakat yang menjadi was-was akan corona sering melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin, menyediakan tempat pencucian tangan menggunakan sabun di tempat umum.

Menjaga kebersihan lingkungan seperti menggunakan jamban sehat, air bersih, dan memberantas jentik nyamuk.

Banyak juga masyarakat Indonesia yang memerhatikan pola tidur. Awalnya begadang menjadi budaya masyarakat Indonesia karena adanya covid menjadi menjaga pola tidur, karena begadang dapat mengakibatkan imun tubuh menurun.

Pemerintah di seluruh dunia pun kemudian menggaungkan seruan untuk melakukan hal-hal sederhana sebagai bagian dari manajemen Covid-19.

Beberapa contohnya yaitu mencuci tangan dengan sabun, rajin berolahraga dan beraktivitas, menjaga kesehatan diri dengan memerhatikan asupan gizi, menjaga kebersihan tempat tinggal, menggunakan masker, hingga penerapan physical distancing.

Pandemi Covid-19 seakan mengajarkan kepada seluruh masyarakat bahwa penanganan terbaik untuk bertahan dan melewati kondisi ini adalah dengan kembali menerapkan prinsip-prinsip kesehatan sederhana.

Ya, di tengah gencarnya penelitian terhadap kandidat obat dan vaksin terhadap Covid-19, imbauan WHO dan pemerintah pun akhirnya kembali kepada PHBS.

Cuci tangan adalah salah satu hal termudah yang dapat dilakukan seseorang. Cuci tangan dapat dilakukan hampir di mana saja, baik itu di rumah, lokasi kerja, dan tempat-tempat umum lainnya.

Cuci tangan yang baik disarankan minimal selama 20 detik, menggunakan sabun, dan memerhatikan momennya, misalnya sebelum makan dan setelah memegang suatu benda.

Ingatlah bahwa hal sesederhana cuci tangan dapat berdampak besar bagi kesehatan seseorang.

Selain mencuci tangan, aktivitas fisik yang cukup sangat diperlukan untuk menunjang kesehatan seseorang.

BACA JUGA:  Sekolah Sepi, Batangkuis Tetap Ramai

Dewasa ini, gaya hidup modern terutama di kota-kota besar membuat kebanyakan masyarakat cenderung enggan untuk bergerak maupun berolahraga secara rutin.

Alhasil, angka obesitas terus bertambah dari tahun ke tahun di mana kondisi obesitas ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi Covid-19.

Konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang seperti slogan “4 Sehat 5 Sempurna” juga tak dapat dipungkiri berperan penting dalam meminimalisasi pertambahan infeksi Covid-19.

Tidak perlu mahal, jenis makanan yang sederhana pun sudah baik asalkan cukup bervariasi sehingga kaya akan zat-zat yang diperlukan tubuh.

Selain ketiga imbauan tersebut, tentunya kita juga wajib menuruti program pemerintah berupa pemakaian masker, physical distancing, dan menunda keluar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.

Selagi para ilmuwan meneliti dan berusaha menemukan obat dan vaksin khusus untuk Covid-19, mari kita semua berpartisipasi dengan melakukan hal-hal sederhana dalam kegiatan sehari-hari.

Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi pasien yang terjangkit Covid-19 dengan menerapkan kebijakan-kebijakannya, sementara itu masyarakat bahu-membahu untuk berusaha agar mengurangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Semua itu dengan tujuan dan harapan agar pandemi tersebut kian berakhir dan hilang dalam waktu yang singkat. Sebab, kita semua turut menanti agar lekas membaik dan kembali seperti semula sebelum adanya pandemi tersebut.

Di sisi lain, kebersihan lingkungan rumah dan sekitar juga ikut menunjang. Mari tangkal virus Corona dengan hidup bersih dan sehat juga mematuhi protokol kesehatan. * Penulis adalah: Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumut, sebagai tugas individu KKN UIN Sumut

Referesnsi: tribunnews.com

Madrasahdigital.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Praktikum Dakwah UINSU Digelar di Rutan Kabanjahe
ASSEMBLY: The Magical Voyage – Event Kreativitas Anak Terbesar Akhir Tahun di Medan
Deklarasi Anti Kekerasan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Digelar Serentak di 207 SMA/SMK Binjai–Langkat
PNM Salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah, Jembatani Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera
Presiden Prabowo Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, Bagikan 288.000 Smartboard
QS AUR 2026: Singapura dan Malaysia Dominasi Kampus Terbaik Asia Tenggara, Indonesia Kirim 3 Wakil
Wali Kota Medan: Guru Hadapi Tantangan Baru di Era Digital, PGRI Diharapkan Jadi Solusi
Universitas Al-Azhar Buka Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Persatuan Mendunia

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:41 WIB

Praktikum Dakwah UINSU Digelar di Rutan Kabanjahe

Senin, 15 Desember 2025 - 12:47 WIB

ASSEMBLY: The Magical Voyage – Event Kreativitas Anak Terbesar Akhir Tahun di Medan

Selasa, 25 November 2025 - 12:22 WIB

Deklarasi Anti Kekerasan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme Digelar Serentak di 207 SMA/SMK Binjai–Langkat

Kamis, 20 November 2025 - 12:55 WIB

PNM Salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah, Jembatani Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera

Senin, 17 November 2025 - 14:01 WIB

Presiden Prabowo Luncurkan Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas, Bagikan 288.000 Smartboard

Berita Terbaru

Divonis 4 Bulan Penjara, Wakil Gubernur Hellyana Ajukan Banding. (Foto:Ist)

Uncategorized

Divonis 4 Bulan Penjara, Wakil Gubernur Hellyana Ajukan Banding

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:20 WIB