5 Agustus 2025 Diprediksi Jadi Hari Terpendek, Ini Penyebabnya

Selasa, 5 Agustus 2025 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rotasi Bumi Lebih Cepat, 5 Agustus 2025 Jadi Hari Terpendek Tahun Ini. (Foto : AI.)

Rotasi Bumi Lebih Cepat, 5 Agustus 2025 Jadi Hari Terpendek Tahun Ini. (Foto : AI.)

Medan-Mediadelegasi : Rotasi Bumi diprediksi akan sedikit lebih cepat dari biasanya pada tanggal 5 Agustus 2025, membuat hari itu menjadi salah satu hari terpendek di tahun ini. Menurut data ilmiah terbaru, rotasi Bumi pada tanggal tersebut akan lebih cepat sekitar 1,25 milidetik dari waktu normal 24 jam.

Meskipun perbedaan ini tidak terasa oleh manusia, pencatatan presisi waktu seperti ini sangat penting bagi sistem waktu global dan satelit. Fenomena ini merupakan bagian dari tren percepatan rotasi Bumi sejak tahun 2020, yang berlawanan dengan pola historis perlambatan rotasi akibat tarikan gravitasi Bulan.

Para ilmuwan menduga bahwa penyebab utamanya berasal dari dalam inti Bumi, seperti perlambatan rotasi inti cair yang memengaruhi momentum bagian luar Bumi. Beberapa studi juga menyebutkan bahwa perubahan iklim, seperti mencairnya es kutub, turut mendistribusikan ulang massa Bumi dan memengaruhi kecepatan rotasi secara tidak langsung.

Meskipun belum sepenuhnya dipahami, tren ini cukup membuat para ilmuwan mempertimbangkan kemungkinan munculnya detik kabisat negatif dalam beberapa tahun ke depan. Jika prediksi saat ini benar, 5 Agustus akan sekitar 1,25 milidetik lebih pendek dari biasanya.

Namun, perlu diketahui bahwa 5 Agustus bukan satu-satunya hari pendek. Pada 10 Juli dan 22 Juli, Bumi juga mencatat durasi yang lebih pendek. Fenomena ini menarik perhatian ilmuwan karena merupakan bagian dari tren percepatan rotasi yang tidak biasa.

BACA JUGA:  Bobby Nasution dan Wakapolri Tinjau Posko PPKM Mikro di Menteng, Apresiasi Kepedulian Warga

Dalam beberapa tahun terakhir, Bumi mencatat sejumlah hari super cepat, termasuk 22 Juli, yang masing-masing lebih pendek dari biasanya hingga 1,34 milidetik. Data tersebut diungkapkan oleh International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS) dan US Naval Observatory.

Fenomena ini disebabkan oleh berbagai faktor kompleks, di antaranya adalah posisi Bulan yang bervariasi setiap bulan, perubahan kecepatan angin di atmosfer selama musim panas, hingga perlambatan misterius inti Bumi yang justru mempercepat lapisan luar planet.

Selain itu, redistribusi massa akibat mencairnya es kutub dan naiknya permukaan laut juga turut memengaruhi rotasi. Meskipun tidak berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari, perbedaan ini berpengaruh besar terhadap sistem navigasi, satelit, hingga akurasi jam atom.

Bahkan, jika tren ini berlanjut, dunia mungkin akan menghadapi detik kabisat negatif pertama dalam sejarah sekaligus suatu penyesuaian waktu yang sangat menantang bagi sistem teknologi global.

Para ilmuwan terus memantau fenomena ini untuk memahami penyebab dan dampaknya terhadap sistem waktu global. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan solusi untuk menghadapi tantangan yang mungkin timbul akibat percepatan rotasi Bumi.

BACA JUGA:  Fraksi PDI-P Tetap Kritisi Bupati Samosir Jika Tidak Pro Rakyat

Fenomena percepatan rotasi Bumi ini merupakan contoh dari kompleksitas sistem Bumi dan pentingnya memahami faktor-faktor yang memengaruhi rotasi planet kita.

Dalam beberapa tahun ke depan, para ilmuwan akan terus memantau fenomena ini dan melakukan penelitian untuk memahami penyebab dan dampaknya. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan solusi untuk menghadapi tantangan yang mungkin timbul akibat percepatan rotasi Bumi.

Percepatan rotasi Bumi ini juga menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam memantau dan memahami fenomena global. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif untuk menghadapi tantangan yang mungkin timbul.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa Bumi adalah sistem yang kompleks dan dinamis, dan bahwa perubahan kecil dapat memiliki dampak besar terhadap sistem waktu global.

Dalam menghadapi fenomena ini, para ilmuwan dan teknisi harus bekerja sama untuk menemukan solusi yang efektif dan memastikan bahwa sistem waktu global tetap akurat dan dapat diandalkan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru

Camat Sungaikanan, Yusran Hasian Harahap SE MM (dua kiri), Perwakilan Kebun B Simangunsong (tiga kanan), Tokoh masyarakat H Kodirun Harahap SH (dua kanan) bersama jajaran Polsek Sungaikanan dan Personel Koramil 12/Langgapayung saat meninjau langsung longsor hebat sudut Kebun B di Desa Sabungan, Sungaikanan, Labusel, kemarin. Foto: D|maruli siregar

Kabupaten Labuhan Batu Selatan

Sengkarut Gurita Bisnis Kebun di Sabungan Labusel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:54 WIB