Medan-Mediadelegasi : Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (24/9/2025). Kali ini, korban keracunan berasal dari siswa SMK Karya Perjuangan, Cipongkor.
Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, membenarkan adanya laporan kasus keracunan MBG tersebut. “Betul sudah ada laporan baru muncul kasus keracunan imbas MBG lagi. Korban siswa SMK Karya Perjuangan. Sementara 4 orang yang sudah dibawa ke Kecamatan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Yuyun menjelaskan bahwa makanan MBG yang menyebabkan keracunan kali ini berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang berbeda dari kasus sebelumnya yang terjadi pada Senin (22/9/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk kasus baru ini berasal dari dapur berbeda. Karena dapur MBG ini masih beroperasi,” katanya.
Gedung GOR Kecamatan Cipongkor masih dijadikan posko utama penampungan para korban keracunan sajian MBG. Yuyun mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada korban yang datang ke posko utama tersebut.
“Kami telah mendirikan beberapa posko pelayanan untuk menampung dan menangani para korban. Korban masih terus berdatangan,” jelasnya.
Sebelumnya, ratusan siswa PAUD hingga SMK di Cipongkor juga mengalami keracunan akibat mengkonsumsi MBG pada Senin (22/9/2025) lalu. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah memberhentikan sementara dapur yang menjadi sumber keracunan sebelumnya.
Menyikapi kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). “Jadi sekarang juga kita sudah menetapkannya sebagai statusnya KLB, kejadian luar biasa, supaya penangannya lebih cepat dan juga lebih menyeluruh seperti itu,” kata Jeje, Selasa (23/9/2025).
Saat ini, Pemkab Bandung Barat bersama instansi terkait tengah melakukan investigasi terhadap dapur-dapur yang menghidangkan masakan MBG. Pemerintah juga menutup sementara dapur yang ada di Kecamatan Cipongkor.
“Karena mulai dari perizinan, kemudian standarisasi pengelolaan makanan itu harus kita cek. Kalau memang belum layak ya kita harus melakukan perbaikan. Dan khusus untuk dapur di Cipongkor ini kita tutup dulu untuk kita lakukan investigasi,” ucap Jeje. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












