Medan-Mediadelegasi : Suasana tak biasa menyelimuti Universitas Darma Agung (UDA) Medan pada Sabtu pagi ini. Sejak pukul 07.45 WIB, puluhan dosen, pegawai, hingga mahasiswa UDA yang hendak memulai aktivitasnya justru tertahan di luar gerbang utama kampus. Akses masuk ditutup rapat oleh pihak keamanan kampus, menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan civitas akademika.
Gerbang kampus yang biasanya terbuka lebar untuk menyambut aktivitas harian, pagi ini dijaga ketat oleh sejumlah satpam. Setiap orang yang mencoba masuk, tanpa terkecuali, langsung dihentikan dan diminta untuk menunggu di luar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hanya menjalankan perintah atasan untuk menutup gerbang,” ujar salah seorang satpam yang enggan disebutkan namanya, saat dimintai penjelasan oleh para dosen dan pegawai yang merasa berhak untuk masuk ke lingkungan kampus.
Larangan masuk ini sontak menimbulkan kebingungan dan kekecewaan yang mendalam. Para dosen yang hadir menegaskan bahwa mereka adalah bagian integral dari civitas akademika UDA, sementara para mahasiswa mengeluhkan hak mereka sebagai pihak yang telah memenuhi kewajiban membayar uang kuliah.
Dalam sebuah video amatir yang beredar luas di media sosial, terdengar suara seorang mahasiswa dengan nada kesal dan frustrasi, “Bayar mahasiswa tapi nggak dikasih masuk. Cemana lah universitas kayak gini!”. Ungkapan ini mencerminkan kekecewaan yang dirasakan oleh banyak mahasiswa yang merasa haknya diabaikan.
Hingga saat ini, kerumunan masih terlihat di depan gerbang Kampus UDA. Dosen, pegawai, dan mahasiswa tampak berkumpul, mencari jawaban atas situasi yang tidak terduga ini. Akibatnya, aktivitas akademik dan administratif di kampus terancam lumpuh total karena tidak ada satu pun anggota civitas akademika yang diizinkan memasuki area kampus.
Situasi semakin memanas karena pihak pimpinan universitas maupun yayasan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan di balik penutupan kampus yang mendadak ini. Ketidakjelasan ini memicu spekulasi dan keresahan di kalangan mahasiswa, dosen, dan pegawai UDA.
Penutupan kampus yang mendadak ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan UDA dan dampaknya terhadap proses belajar mengajar serta stabilitas lingkungan akademik. Semua pihak berharap agar masalah ini segera diselesaikan dengan transparan dan adil, sehingga aktivitas kampus dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












