Dirut KAI Buka Suara Soal Isu Restrukturisasi Utang dan Dugaan Markup Kereta Cepat Whoosh

Selasa, 4 November 2025 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Foto: Ist.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin akhirnya angkat bicara mengenai isu restrukturisasi utang dan dugaan markup biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang tengah menjadi sorotan publik. Ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai hal tersebut masih terus berlangsung antara pemerintah dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Bobby Rasyidin juga memastikan bahwa KAI sebagai salah satu pemegang saham KCIC akan bersikap kooperatif terhadap setiap permintaan data maupun keterangan yang diajukan oleh lembaga penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Yang jelas PT Kereta Cepat Indonesia-China sangat patuh dan taat kepada hukum, dan kami sangat mendukung permintaan-permintaan data atau kesaksian dari KPK,” ujar Bobby usai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (3/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bobby menjelaskan bahwa rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto lebih banyak membahas mengenai peningkatan layanan kereta komuter di wilayah Jabodetabek. Isu mengenai Kereta Cepat Whoosh hanya dibahas secara singkat.

BACA JUGA:  Berkas Masih Dilengkapi, Masa Tahanan dr. Richard Lee Diperpanjang hingga Juni

“Terus terang tadi tidak banyak membahas mengenai itu (Whoosh), ya lebih banyak membahas mengenai layanan kereta komuter,” tuturnya.

Namun demikian, Bobby mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung perlunya pembahasan lanjutan mengenai proyek kereta cepat tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap memberikan perhatian serius terhadap proyek strategis nasional ini.

“Beliau sedikit menyinggung ini segera dibicarakan,” ujar Bobby.

Mengenai restrukturisasi utang Kereta Cepat Whoosh, Bobby menjelaskan bahwa pembahasan masih berlangsung antara Danantara, sebagai holding BUMN transportasi, dengan pemerintah. KAI sendiri telah berkoordinasi dengan Danantara terkait hal ini.

“Kami sudah koordinasi dengan Danantara sebagai holding dari KAI. Lagi dibicarakan antara Danantara dengan pemerintah juga tentunya,” kata dia.

Proyek KCJB yang dioperasikan oleh KCIC memang tengah menjadi sorotan publik setelah KPK mengonfirmasi adanya penyelidikan terkait dugaan markup biaya. Pemerintah pun telah menegaskan komitmennya untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh proyek strategis nasional, termasuk Whoosh.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Subianto Disambangi PM Ceko Petr Fiala di Praha

Pernyataan Dirut KAI ini diharapkan dapat memberikan sedikit kejelasan kepada publik mengenai perkembangan isu restrukturisasi utang dan dugaan markup biaya Kereta Cepat Whoosh. Masyarakat berharap agar pemerintah dan pihak-pihak terkait dapat segera menyelesaikan permasalahan ini secara transparan dan akuntabel.

Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi dan memastikan pengelolaan proyek-proyek strategis nasional dilakukan secara efisien dan efektif. Publik akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berharap agar kebenaran dapat segera terungkap.

Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan yang dilakukan oleh KPK terkait dugaan markup biaya proyek Kereta Cepat Whoosh. Namun, pemerintah telah memberikan jaminan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Disambut Pelukan Hangat PM Modi
Polisi Ungkap Tiga Klaster Pendanaan Kerusuhan 27 Agustus: Dibayar Rp40.000–Rp70.000 per Orang
KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Ahmad Ali, Jejak Dana Gratifikasi Batu Bara Kukar Makin Terang
Pengacara Roy Suryo: Praperadilan Ganti Rugi Berpotensi Cacat Formil
Kubu Gus Alex Minta Jokowi Dipanggil Jadi Saksi dalam Sidang Korupsi Kuota Haji
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Tetap Siaga Level III
Kasus Siswi Keracunan MBG Hilang Ingatan di Karo Serius, DPR Desak Audit Total SPPG
Amnesty Internasional Desak Program MBG Dihentikan Usai Siswi di Karo Hilang Ingatan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:05 WIB

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi, Disambut Pelukan Hangat PM Modi

Sabtu, 12 September 2026 - 16:34 WIB

Polisi Ungkap Tiga Klaster Pendanaan Kerusuhan 27 Agustus: Dibayar Rp40.000–Rp70.000 per Orang

Sabtu, 12 September 2026 - 11:08 WIB

KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Ahmad Ali, Jejak Dana Gratifikasi Batu Bara Kukar Makin Terang

Jumat, 11 September 2026 - 16:05 WIB

Pengacara Roy Suryo: Praperadilan Ganti Rugi Berpotensi Cacat Formil

Kamis, 10 September 2026 - 16:01 WIB

Kubu Gus Alex Minta Jokowi Dipanggil Jadi Saksi dalam Sidang Korupsi Kuota Haji

Berita Terbaru

Alat berat diturunkan untuk menangani longsor di Dusun II, Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang. Foto: Ist.

Kabupaten Deli Serdang

Jalan Provinsi Longsor di STM Hulu Deli Serdang, Pemkab Siapkan Jalur Alternatif

Sabtu, 12 Sep 2026 - 13:58 WIB