Medan-Mediadelegasi: Dunia pendidikan saat ini berbeda dengan zaman dulu, di mana perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi yang semakin berkembang menjadi tantangan guru dalam mendidik generasi bangsa.
Hal ini dikatakan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima kehadiran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Medan di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sudirman, Senin (10/11/2025). Selain bersilaturahmi, kehadiran PGRI Kota Medan ini juga bertujuan untuk mengundang Rico Waas dalam Konferensi Kepengurusan PGRI dan HUT PGRI Kota Medan.
“Di zaman dulu peserta didik bisa ditertibkan dengan cara yang agak tegas, namun berbeda dengan saat ini jika ada peserta didik yang dihukum atau ditindak tegas maka akan viral dan dilaporkan ke Polisi. Ini yang jadi tantangan kita di era perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi”, kata Rico Waas.
Didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Benny Sinomba Siregar, dan Staf Ahli, Adlan, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan tersebut diperlukan strategi yang lebih komprehensif. Sebab, bagaimanapun guru ingin memberikan contoh yang baik bagi peserta didiknya.
“Belakangan banyak terjadi polemik antara guru dan peserta didik. Oleh karenanya, keterbukaan informasi saat ini adalah tantangan kita untuk menyikapinya dengan membuat strategi untuk melindungi guru ataupun peserta didik sehingga ada solusi terbaik jika terjadi hal yang tidak diinginkan”, ujar Rico Waas.
Oleh karenanya, Rico Waas berharap jajaran kepengurusan PGRI Kota Medan dapat membantu dan bisa menjawab tantangan masa kini di dunia pendidikan. Selain itu, perkembangan guru secara kapasitas dan kompetensi juga bisa menjadi faktor pendukung.
“Pemko Medan sendiri terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kota Medan. Salah satunya akan membuat program bagi peserta didik yakni cerdas cermat seperti dahulu namun tetap dikemas modern dan menarik”, ujar Rico Waas.
Menurut Rico Waas, program ini baik untuk dibuat karena saat ini banyak generasi muda yang belajar dan menguji kemampuannya lebih ke individual. Jadi, dengan cerdas cermat diharapkan soft skill dan akademiknya berjalan seiringan.






